Setelah enam tahun perjuangan, para delegasi dari berbagai provinsi berkumpul dalam Kongres Tucumán. Pada 9 Juli 1816, mereka secara resmi mendeklarasikan kemerdekaan dari Kerajaan Spanyol dan segala bentuk dominasi asing. Tanggal tersebut kini diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Argentina.
Meski deklarasi telah dibacakan, peperangan belum benar-benar usai. Pasukan patriot masih harus menghadapi tentara kerajaan di sejumlah wilayah. Kemenangan penting di Pertempuran Chacabuco (1817), Maipú (1818), hingga Ayacucho (1824) secara bertahap mengakhiri dominasi Spanyol di Amerika Selatan dan memastikan perjuangan kemerdekaan berhasil.
Ironisnya, kemerdekaan tidak serta-merta membawa stabilitas. Argentina memasuki masa panjang konflik politik, perebutan kekuasaan antardaerah, hingga perang saudara yang berlangsung selama beberapa dekade. Negara baru itu juga harus membangun identitas nasional setelah berabad-abad berada di bawah pemerintahan kolonial.
Kini, lebih dari dua abad setelah merdeka, hubungan Argentina dan Spanyol telah berubah menjadi hubungan diplomatik yang erat. Namun, sejarah kolonialisme, perjuangan berdarah, dan keberanian tokoh-tokoh seperti José de San Martín tetap menjadi bagian penting dalam identitas nasional Argentina. Karena itu, setiap kali kedua negara bertemu di panggung dunia—termasuk di lapangan sepak bola—duel tersebut kerap dipandang memiliki makna historis yang melampaui sekadar perebutan kemenangan.