Jakarta, IDN Times - Misi pemeliharaan perdamaian PBB di Sahara Barat resmi berakhir setelah Dewan Keamanan gagal memperpanjang masa tugasnya pada Minggu (1/11/2026). Keputusan ini sekaligus menyudahi operasi pengawasan gencatan senjata yang telah berjalan selama 35 tahun di wilayah sengketa tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengonfirmasi penarikan seluruh personel lapangan menyusul kebuntuan kesepakatan antarnegara anggota tetap. Berakhirnya misi perdamaian ini langsung memicu perbedaan sikap antara pihak Maroko dan kelompok Front Polisario yang didukung oleh Aljazair.