Jakarta, IDN Times - Nepal mulai mengambil tindakan tegas terhadap perundungan daring yang menyasar para penyintas banjir dahsyat bulan lalu. Perdana Menteri Balendra Shah memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi siapa pun yang menghina orang-orang yang menderita akibat bencana tersebut.
Sejak banjir bandang menerjang perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus lalu, banyak orang memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka yang hilang atau mendesak pemerintah untuk meningkatkan upaya pencarian. Namun, unggahan mereka justru menjadi sasaran komentar-komentar jahat.
“Orang-orang yang memberikan komentar tidak perlu, meremehkan mereka yang sedang menderita, atau berusaha menambah penderitaan mereka dalam situasi yang sensitif ini adalah pelaku kejahatan,” tulis Shah di Facebook.
