Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nepal Tolak Bantuan Asing untuk Evakuasi Korban Banjir
potret bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)
  • Pemerintah Nepal menolak bantuan asing untuk pencarian dan evakuasi korban banjir serta longsor, karena menilai tentara dan polisi nasional masih mampu menangani operasi penyelamatan.
  • Delapan negara, termasuk India, China, AS, Inggris, Jepang, Sri Lanka, Bangladesh, dan Korea Selatan, menawarkan bantuan; Korea Selatan juga menjanjikan bantuan kemanusiaan 1 juta dolar AS.
  • Bencana di perbatasan Nepal-Tibet menewaskan 469 orang dan hampir 1.000 hilang; penyebabnya masih diselidiki, dengan dugaan longsoran batu serta bongkahan es memicu banjir bandang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Nepal menolak bantuan asing untuk mencari dan mengevakuasi korban banjir dan longsor yang terjadi pada Rabu (26/8/2026) kemarin. Sebab, mereka menilai kemampuan petugas penyelamat yang terdiri dari tentara dan polisi nasional sejauh ini sudah cukup untuk menyelamatkan dan mengevakuasi para korban. 

"Tawaran bantuan itu wajar. Namun, badan keamanan kami sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Untuk saat ini, kami tidak membutuhkan bantuan seperti itu," kata Lok Bahadur Chhetri, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Nepal, pada Jumat (28/8/2026), merespons tawaran negara asing yang ingin membantu evakuasi korban bencana, seperti dilansir CNA.

1. Sejumlah negara mulai menawarkan bantuan ke Nepal

potret rumah yang hancur akibat banjir dan tanah longsor (pexels.com/Franklin Peña Gutierrez)

Pernyataan Juru Bicara Kemlu Nepal tadi keluar setelah sejumlah negara di dunia mulai menawarkan uluran tangan untuk membantu evakuasi korban banjir dan longsor serta untuk membantu pemulihan bencana yang terjadi di negara tersebut. Negara-negara tersebut menawarkan pengiriman bantuan pasukan penyelamat untuk mengevakuasi para korban.

Sejauh ini, ada delapan negara yang sudah menawarkan bantuan ke Nepal untuk mengevakuasi korban banjir dan longsor di sana. Mereka terdiri dari India, China, Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang, Sri Lanka, Bangladesh, dan Korea Selatan (Korsel). Korsel sendiri juga sudah menjanjikan bantuan kemanusiaan sebesar 1 juta dolar AS atau Rp17,6 miliar untuk membantu Nepal.

2. Banjir dan longsor terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet

potret wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China (commons.wikimedia.org/敢為天下先)

Sebagai informasi, banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nepal pada Rabu pagi kemarin melanda perbatasan negara tersebut dengan wilayah Tibet, China. Wilayah yang terdampak dekat dengan Ibu Kota Nepal, Kathmandu. Bencana ini membuat semua rumah yang ada di sekitar lokasi kejadian tersapu bersih oleh lumpur.

Per Jumat ini, jumlah korban tewas imbas bencana tersebut sudah bertambah lagi menjadi 469 orang. Sementara itu, hampir 1.000 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 540 di antaranya merupakan warga asing yang berasal dari Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, dan Korsel. Petugas penyelamat kini masih menyusuri area bencana untuk mencari dan mengevakuasi para korban. 

3. Penyebab banjir dan longsor di Nepal dan Tibet masih belum diketahui pasti

ilustrasi belum diketahui (pexels.com/Pixabay)

Hingga saat ini, penyebab pasti banjir dan longsor yang terjadi di perbatasan Nepal dan Tibet belum diketahui. Sebab, para ahli masih berupaya melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dari bencana mematikan tersebut. 

Kendati demikian, sejumlah ahli memprediksi banjir dan longsor yang terjadi di Nepal dan Tibet dipicu longsoran batu dan bongkahan es yang dihasilkan dari gunung-gunung di wilayah tersebut.  longsoran batu dan bongkahan es inilah yang memicu banjir bandang di perbatasan Nepal dan Tibet. Jadi, longsoran batu dan bongkahan es tadi bergabung menjadi satu. Hal ini membuat bongkahan es berubah menjadi cair. Akibatnya, gabungan antara longsoran batu dan bongkahan es tersebut berubah menjadi banjir bandang berlumpur yang menyapu rumah warga di sekitarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article