Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Israel Kerahkan Pasukan Tambahan ke Tepi Barat

Israel Kerahkan Pasukan Tambahan ke Tepi Barat
Tentara Israel di Tepi Barat (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)
  • Panglima IDF Eyal Zamir memerintahkan penambahan besar-besaran pasukan di Tepi Barat, termasuk kesiapan markas divisi tambahan, menjelang hari raya Yahudi dan di tengah ketegangan meningkat.
  • Jumlah batalion Israel di Tepi Barat naik menjadi 26, dengan relokasi Brigade Pasukan Terjun Payung dari Gaza; operasi di Al-Karmel melukai tiga perempuan Palestina, termasuk anak 14 tahun.
  • Kekerasan pemukim mencakup penjarahan, pelemparan batu, dan perluasan permukiman liar; penyitaan tanah dekat Al-Bireh memutus akses warga Palestina ke lebih dari 38 hektare lahan pertanian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Panglima Militer Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir memerintahkan penambahan pasukan besar-besaran di Tepi Barat pada Kamis (27/8/2026). Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi eskalasi ketegangan serta menyambut periode hari raya Yahudi pada September.

Militer Israel menyiagakan markas divisi tambahan untuk penempatan darurat di seluruh wilayah pendudukan. Zamir menegaskan bahwa militer Israel tetap siaga tempur di berbagai front.

  1. 1. Israel siagakan divisi tambahan di Tepi Barat

    Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir
    Kepala Staf IDF, Letnan Jenderal Eyal Zamir (­ Ministry of Defense spokesperson, CC0, via Wikimedia Commons)

    Zamir menginstruksikan markas divisi militer reguler agar siap dikerahkan ke Tepi Barat jika ketegangan terus meningkat. Wilayah tersebut saat ini berada di bawah pengawasan Divisi Yudea dan Samaria serta Divisi ke-96 Gilad di perbatasan Yordania.

    Satu divisi militer reguler biasanya mencakup hingga puluhan ribu tentara. Militer Israel juga telah menyiapkan sejumlah unit dan batalion khusus untuk diterjunkan ke titik konflik.

    "Mengingat ketegangan di Tepi Barat dan periode liburan yang akan datang, saya memerintahkan peningkatan kesiapan markas divisi tambahan untuk memperkuat pasukan di area tersebut," kata Zamir, dilansir The Times of Israel.

    Jumlah batalion tentara Israel yang bertugas di Tepi Barat kini meningkat menjadi 26 batalion. Pengerahan kali ini turut melibatkan relokasi Brigade Pasukan Terjun Payung setelah menyelesaikan masa tugas tiga bulan di Jalur Gaza.

  2. 2. Tiga perempuan terluka akibat operasi militer Israel

    vandalisme sebuah mobil di Tepi Barat oleh pemukim Israel
    vandalisme sebuah mobil di Tepi Barat oleh pemukim Israel (איאד חדאד, בצלם, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pengerahan pasukan tambahan terjadi seiring meluasnya operasi militer Israel di Tepi Barat. Baru-baru ini, pasukan Israel dilaporkan menembaki sebuah kendaraan warga sipil saat melancarkan penyerbuan di kota Al-Karmel, selatan Hebron.

    Insiden tersebut melukai tiga perempuan Palestina, termasuk seorang anak perempuan berusia 14 tahun. Petugas Bulan Sabit Merah Palestina dikerahkan ke lokasi untuk memberikan pertolongan medis kepada para korban.

    "Pasukan pendudukan menembaki kendaraan warga dan menyerbu permukiman hingga melukai warga sipil di selatan Hebron," tutur perwakilan kantor berita lokal, dilansir Anadolu Agency.

    Selain penembakan, tentara Israel juga menggeledah rumah-rumah penduduk dan mengubah sejumlah bangunan menjadi pos militer sementara. Operasi serupa terjadi di Awarta, Nablus, saat tentara menduduki rumah warga sipil untuk pengawasan.

  3. 3. Pemukim melakukan penjarahan dan memperluas pos ilegal

    ilustrasi bendera Israel
    ilustrasi bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

    Keamanan di Tepi Barat semakin memburuk akibat aksi kekerasan kelompok pemukim Yahudi terhadap warga lokal. Di kawasan Masafer Yatta, sekelompok pemukim terekam menjarah barang dari rumah warga Palestina dan membawanya kabur dengan mobil.

    Kekerasan pemukim juga terjadi di jalur utama kawasan Kisan, sebelah timur Bethlehem. Pemukim melempari mobil warga dengan batu hingga mengakibatkan seorang pengemudi bernama Ziad Saeed Ghazal mengalami luka memar di bagian perut.

    Otoritas Israel dilaporkan telah menyita tanah warga Palestina di dekat Al-Bireh untuk rute keamanan militer. Penyitaan ini memutus akses warga lokal terhadap lahan pertanian seluas lebih dari 380 dunam (38 hektare).

    Kelompok pemukim terus mendirikan rumah baru guna memperluas area permukiman liar di bawah perlindungan tentara Israel. Agresi yang terus berulang telah mendorong berbagai negara seperti Inggris dan Uni Eropa (UE) untuk mengkaji sanksi tambahan terhadap pemukim ilegal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More