potret Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee (U.S. Embassy Jerusalem, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Aksi militer yang disetujui pemerintah Israel ini mendapat kritik tajam dari kalangan oposisi politik di dalam negeri. Pemimpin partai Demokrat Israel, Yair Golan, menilai serangan udara tersebut sebagai langkah berbahaya. "Serangan di Suriah adalah langkah provokatif dan berbahaya yang mendekatkan kita pada konfrontasi dengan Turki serta memperdalam jurang pemisah dengan sekutu kita, terutama Amerika Serikat," tegas Golan, sebagaimana dilansir Ynetnews.
Kekhawatiran senada disampaikan oleh pemerintah Amerika Serikat melalui perwakilannya di kawasan Timur Tengah. Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah yang juga menjabat Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, menyebut serangan udara tersebut sebagai bentuk eskalasi yang tidak diperlukan di tengah proses stabilisasi kawasan. Pemerintah Amerika Serikat kini berupaya membangun mekanisme pencegahan konflik antara Israel, Turki, dan Suriah guna meredakan potensi bentrokan yang tidak disengaja.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengonfirmasi bahwa mekanisme de-eskalasi sedang disiapkan dan disempurnakan oleh Washington. Meski demikian, Huckabee meredam kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka antara Israel dan Turki. Menurutnya, situasi saat ini belum mengarah ke konfrontasi langsung, dan serangan Israel tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun penghancuran aset militer secara signifikan.