ilustrasi intervensi dana asing (pexels.com/Karola G)
Penyelidikan dugaan campur tangan asing turut menyeret badan keamanan internal Israel, Shin Bet, yang dilaporkan memeriksa dugaan penerimaan dana dari luar negeri senilai ratusan ribu shekel atau sekitar 100 ribu dolar AS (setara Rp1,81 miliar). Kasus tersebut melibatkan anggota parlemen demisioner Ayman Odeh, mantan pemimpin Joint List dan salah satu partai anggotanya, Hadash, sementara identitas pihak yang diduga menjadi penyokong dana belum diumumkan.
Namun, upaya penyelidikan menghadapi hambatan setelah Jaksa Agung Gali Baharav-Miara menolak permintaan Shin Bet untuk menginterogasi pemimpin partai Arab lainnya karena dinilai belum didukung bukti yang memadai. Sikap tersebut memicu kemarahan dari kelompok sekutu Netanyahu yang selama ini kerap berselisih dengan sang jaksa agung.
Penolakan juga disuarakan Joint List, aliansi tiga partai Arab-Israel yang merupakan blok politik Arab-Israel terbesar. Mereka mengecam penyelidikan tersebut sebagai persekusi politik terhadap komunitas Arab yang mencatatkan tingkat partisipasi pemilu tertinggi dalam sejarah mereka.
Joint List menilai tindakan terhadap Odeh merupakan upaya membungkam keterwakilan politik masyarakat Arab Israel. Mereka menyampaikan penolakan tersebut melalui pernyataan berikut.
“Penargetan terhadap Ayman Odeh adalah persekusi politik, dan kami tidak akan membiarkan suara publik Arab didelegitimasi,” menurut Joint List, dikutip France 24.
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia Adalah mengonfirmasi penangkapan jurnalis Arab-Israel Abed Abu Shehadeh untuk menjalani interogasi terkait dugaan kontak dengan agen asing. Abed merupakan kerabat politisi Sami Abu Shehadeh, sedangkan Adalah bertindak sebagai penasihat hukumnya.
Dari kubu oposisi, pemimpin sayap kiri dalam aliansi oposisi utama, Yair Golan, menuduh kelompok Netanyahu telah menyalahgunakan kewenangan secara berlebihan. Ia menyoroti penangkapan aktivis politik oleh polisi tanpa surat perintah pengadilan serta pemeriksaan terhadap pejabat senior terpilih oleh Shin Bet tanpa bukti mendasar, sementara pemerintah demisioner disebut menolak mengakui hasil pemilu.
Di tengah polemik tersebut, Herzog menyatakan penghormatannya terhadap komunitas minoritas Arab Israel dan mengecam pernyataan rasis yang ditujukan kepada mereka. Sementara itu, pemimpin oposisi Gadi Eisenkot telah memperoleh dukungan dari partai Arab utama, Ra’am, untuk mengupayakan pembentukan pemerintahan alternatif, dengan calon yang terpilih nantinya memiliki waktu 28 hari dan kemungkinan perpanjangan 14 hari untuk menyusun kabinet baru.