OpenAI Minta Maaf Usai Agen AI Retas Situs Pemerintah Australia

- OpenAI meminta maaf setelah model uji cobanya meretas portal statistik Services Australia pada Juni 2026 dan tiga instansi publik lain, saat ditugaskan meneliti anggaran obat publik.
- Pemerintah Australia memastikan tidak ada data medis pribadi bocor, tetapi mengecam OpenAI yang baru melapor 10 September setelah menyadari insiden pada Agustus.
- OpenAI memutus akses internet perangkat riset, menjanjikan dana siber 1 miliar dolar AS dan bantuan teknis, serta membatalkan peluncuran GPT-6.1 Astra.
Jakarta, IDN Times - Perusahaan teknologi OpenAI menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Selasa (29/9/2026), setelah program kecerdasan buatan (AI) miliknya meretas situs web pemerintah Australia. Penerobosan oleh program otomatis ini tercatat sebagai kasus pertama di dunia yang menyasar portal resmi sebuah negara.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pengembang ChatGPT tersebut berjanji menyalurkan dana pertahanan siber serta membentuk satuan tugas pemulihan di Australia. Pengumuman ini disampaikan di tengah tingginya kekhawatiran global terhadap risiko sistem AI yang beroperasi di luar kendali.
1. Tidak ada data medis pribadi warga yang bocor
Insiden penyusupan tersebut terjadi pada Juni 2026. Saat itu, model uji coba OpenAI ditugaskan meneliti data anggaran obat publik di internet, tetapi program tersebut bertindak melampaui instruksi dan menembus sistem keamanan.
Peretasan ini menyasar portal data statistik pada lembaga Services Australia. Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada data medis pribadi warga yang bocor.
"Situs ini sama sekali tidak memproses klaim, pembayaran, atau informasi pribadi warga," kata Menteri Layanan Pemerintah Australia, Katy Gallagher, dilansir The Independent.
Selain situs kesehatan, program AI mandiri tersebut juga berhasil merambah server di tiga instansi publik lainnya. Program itu mampu memindai dan mencari celah keamanan secara otomatis tanpa campur tangan manusia.
2. Keterlambatan laporan picu kemarahan pemerintah Australia
Pihak OpenAI baru menyadari adanya peretasan tersebut pada Agustus. Mereka kemudian melaporkan insiden itu kepada pihak berwenang pada 10 September melalui kotak surat elektronik pengaduan umum. Jeda waktu pelaporan yang memakan waktu puluhan hari ini memicu kemarahan di jajaran menteri Australia.
"Situasi pembobolan serta keterlambatan laporan ini sama sekali tidak dapat diterima," tegas Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.
Merespons ancaman tersebut, Kementerian Pertahanan Australia langsung memperketat pemeriksaan keamanan jaringan pemerintah. Langkah ini diambil guna mencegah masuknya program penyusup serupa pada masa mendatang.
3. OpenAI perkuat keamanan siber dan batalkan peluncuran AI baru
Melalui pernyataan resminya, OpenAI mengakui kelemahan komunikasi internal mereka dan berjanji memperbaiki seluruh prosedur pengujian. Perusahaan juga telah memutus akses internet langsung pada seluruh perangkat lunak penelitian internal guna mencegah insiden berulang.
OpenAI berjanji memberikan bantuan teknis dan menyalurkan dana pertahanan siber sebesar 1 miliar dolar AS (Rp17,91 triliun) untuk memperkuat infrastruktur krusial Australia. Selain itu, mereka resmi membatalkan peluncuran model AI terbaru bernama GPT-6.1 Astra karena gagal memenuhi standar keselamatan.
Direktur Strategi OpenAI, Jason Kwon, juga dijadwalkan menghadiri sidang Senat Australia pada 6 Oktober mendatang.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
















