Presiden Rusia, Vladimir Putin (Duma.gov.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Moskow menggelar pemungutan suara di lima wilayah Ukraina yang diduduki, yaitu Krimea, Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia. Pemerintah Ukraina dan Uni Eropa (UE) mengecam langkah tersebut dan menilainya tidak sah.
"Kremlin membungkam perbedaan pendapat, melarang satu-satunya partai yang menentang perang di Ukraina, dan menutup pintu bagi pemantau pemilu internasional. Kedok demokrasi adalah satu-satunya yang tersisa di Rusia," ujar Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dilansir Euronews.
Kecaman serupa datang dari Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Norwegia. Dalam pernyataan bersama, kelima negara barat tersebut menegaskan pemilu di wilayah pendudukan merupakan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB.