Paus Leo XIV Akui Kesalahan dan Tegaskan Penuntasan Kasus Pelecehan

- Paus Leo XIV bertemu tujuh penyintas pelecehan seksual di Lourdes, mendengarkan kesaksian dan usulan perbaikan perlindungan anak; para korban menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji.
- Dalam misa yang dihadiri sekitar 150 ribu umat, Paus mengakui kelalaian masa lalu gereja, merujuk investigasi 2021 tentang sekitar 330 ribu korban anak di Prancis selama 70 tahun.
- Paus mendesak uskup Prancis menegakkan aturan tanpa kompromi dan memprioritaskan perlindungan jemaat, sementara organisasi pendamping korban mengkritik lambatnya penanganan kasus keuskupan.
Jakarta, IDN Times - Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Leo XIV, menegaskan komitmen penuh lembaganya untuk menuntaskan kasus pelecehan terhadap anak. Penegasan tersebut disampaikan saat ia melakukan kunjungan kerja ke Prancis pada Minggu (27/9/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi gereja. Paus mengajak seluruh jajaran pengurus gereja untuk mendengarkan keluhan korban dan membenahi sistem perlindungan anak secara menyeluruh.
1. Pertemuan tertutup bersama para penyintas

Paus Leo XIV (commons.wikimedia.org/Edgar Beltrán, The Pillar ) Paus Leo XIV mengadakan dialog tertutup selama dua jam dengan tujuh penyintas pelecehan seksual oleh tokoh agama di Lourdes. Dalam pertemuan tersebut, ia mendengarkan langsung kesaksian para korban dan menampung usulan perbaikan aturan keselamatan di lingkungan gereja.
Para korban menyebut pertemuan tatap muka itu berlangsung emosional. Meski menghargai kepedulian Paus XIV, mereka menekankan pentingnya langkah konkret demi memastikan keselamatan anak-anak di masa depan.
"Kami berharap ada perubahan nyata dan kemauan untuk mendengarkan kami dengan tulus, bukan sekadar kata-kata indah tanpa tindakan," ujar perwakilan korban, Véronique Garnier, dilansir Al Jazeera.
2. Pengakuan kesalahan dalam misa akbar

potret Paus Leo XIV, pemimpin tertinggi gereja Katolik sedunia dan kepala negara Vatikan (commons.wikimedia.org/Edgar Beltrán) Paus Leo XIV memimpin misa akbar di lapangan terbuka dekat tempat ziarah Lourdes yang dihadiri sekitar 150 ribu umat Katolik. Pada kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya keberanian gereja untuk jujur mengakui kelalaian pada masa lalu.
Seruan ini merujuk pada temuan investigasi independen tahun 2021 yang mengungkap sekitar 330 ribu anak menjadi korban pelecehan di Prancis selama 70 tahun terakhir. Dalam suasana haru, Paus XIV menyempatkan diri merangkul seorang korban lanjut usia.
"Untuk menyembuhkan luka dan kesalahan yang menyakitkan di dalam gereja, kita harus dengan rendah hati mengakui kesalahan di hadapan Tuhan," kata Paus Leo XIV.
3. Desakan tegas bagi para uskup Prancis

Suasana di sekitar salah satu Gereja Katolik yang ada di Prancis. (Twitter.com/PerusalPolitics) Selain menemui umat, Paus Leo XIV menggelar rapat tertutup dengan jajaran uskup dari Konferensi Waligereja Prancis. Ia mengapresiasi ketegasan keuskupan setempat dalam menangani skandal tokoh agama dan meminta penegakan aturan berjalan tanpa kompromi.
Pihak keuskupan menyambut baik arahan tersebut dan berjanji menjadikan perlindungan jemaat sebagai fokus utama institusi. Namun di sisi lain, organisasi pendamping korban tetap mengkritik lambatnya penanganan kasus di lingkungan keuskupan.
"Saya ragu Paus XIV akan menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat, karena semua prosesnya berjalan sangat lambat," ungkap Ketua Asosiasi Penyintas, Michèle Le Reun-Gaigné.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















