Jakarta, IDN Times – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menempatkan tata kelola kecerdasan buatan (AI) sebagai perhatian utama menjelang Sidang Umum PBB di New York pekan depan. PBB mengambil langkah tersebut karena menilai risiko perkembangan teknologi yang cepat perlu berada dalam pengawasan pemerintah. Langkah ini sekaligus merespons makin maraknya desakan dari perusahaan teknologi untuk memperlambat laju pengembangan AI.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan pada Rabu (16/9/2026) bahwa penguatan pengawasan akan menjadi salah satu fokus pembahasannya bersama para pemimpin dunia. Sikap tersebut berlawanan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menilai pengamanan saat ini sudah memadai. Guterres menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga negara dari ancaman AI merupakan tanggung jawab utama setiap pemerintah.
"Kita tidak bisa mengabaikan kekhawatiran yang telah disampaikan, terutama oleh mereka yang berada di garis depan pengembangan AI," kata Guterres, dikutip CNA.
Pernyataan ini ia sampaikan langsung kepada wartawan menjelang pertemuan tahunan PBB di New York.
