Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan peningkatan tajam penanaman dan produksi opium di Afghanistan sepanjang tahun ini. Berdasarkan laporan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada 29 Oktober 2026, luas lahan penanaman opium melonjak 330 persen menjadi 43.000 hektare. Sementara itu, produksinya diperkirakan mencapai hampir 1.500 ton atau sekitar 5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
UNODC menyebutkan bahwa penanaman opium kini ditemukan di 16 dari 34 provinsi di Afghanistan. Peningkatan tersebut menjadi yang tertinggi sejak rezim Taliban memberlakukan larangan narkotika pada April 2022. Meski demikian, total luas lahan dan produksi saat ini masih berada di bawah tingkat sebelum larangan tersebut diterapkan.
Afghanistan dahulu merupakan produsen opium ilegal terbesar di dunia, sekaligus pemasok utama bahan baku heroin ke pasar Eropa dan Asia. PBB melaporkan, sebelum larangan diberlakukan, negara ini menyumbang sekitar 80 persen dari pasokan global.