ilustrasi Kremlin Wall (pexels.com/Михаил Крамор)
United Russia saat ini menguasai lebih dari dua pertiga kursi Duma dan diperkirakan tetap menjadi kekuatan dominan setelah pemilu. Separuh dari 450 kursi Duma diperebutkan melalui daftar partai, sementara separuh lainnya melalui daerah pemilihan beranggota tunggal.
Yabloko tidak dapat mengikuti pemungutan suara berbasis daftar partai. Otoritas Rusia juga secara bertahap menggugurkan sejumlah kandidat Yabloko dari pencalonan di berbagai daerah pemilihan untuk Duma dan parlemen regional.
Partai-partai lain yang tergabung dalam kelompok “oposisi sistemik”, seperti Partai Komunis Rusia, Liberal-Democratic Party dan A Just Russia, diperkirakan tetap mempertahankan keberadaan mereka di parlemen. Ketiga partai tersebut mengikuti garis politik Putin dan mendukung perang.
Analis Mark Galeotti mengatakan Kremlin kemungkinan masih membiarkan perolehan United Russia turun sedikit, tetapi tetap memastikan partai tersebut menjadi kekuatan dominan di Duma.
“United Russia mungkin akan diizinkan untuk turun sedikit agar hasil yang diumumkan lebih mendekati hasil sebenarnya. Namun, Kremlin akan memastikan bahwa United Russia tetap benar-benar dominan di Duma,” ujar Galeotti, yang memimpin Mayak Intelligence.
Menurut Galeotti, salah satu tujuan pemilu adalah menciptakan semacam ritual legitimasi politik untuk memberikan kesan bahwa terdapat dukungan luas dari masyarakat terhadap Kremlin.
Presiden Putin sendiri menyerukan masyarakat Rusia untuk menggunakan hak pilihnya. Dalam pidato menjelang pemungutan suara, ia mengatakan pilihan masyarakat akan menunjukkan dukungan terhadap pasukan Rusia.
“Pilihan dan keteguhan kalian sekali lagi akan menunjukkan bahwa jutaan orang berdiri di belakang para pejuang kita, bahwa kita adalah satu bangsa yang terikat oleh nilai-nilai bersama, ingatan sejarah, dan kecintaan terhadap Tanah Air,” kata Putin.
Chris Weafer, CEO Macro-Advisory Ltd., menilai serangan Ukraina memang memengaruhi moral publik Rusia, tetapi belum menunjukkan ancaman langsung terhadap dominasi politik Kremlin.
“Sudah ada efek ‘bersatu di bawah bendera’ sejak awal konflik dan jajak pendapat secara konsisten menunjukkan tingkat dukungan yang sangat tinggi,” kata Weafer.
Menurut Weafer, hal yang penting bagi Kremlin bukan hanya hasil pemilu, tetapi juga narasi publik dan tingkat partisipasi pemilih. Keduanya dapat digunakan untuk menunjukkan adanya dukungan luas masyarakat Rusia terhadap kebijakan Kremlin di tengah perang dengan Ukraina.