Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Perempuan Prancis Ditahan, Sembunyikan Dua Jasad Bayi di Kulkas

ilustrasi tangan diborgol
ilustrasi tangan diborgol (pexels.com/Kindel Media)
Intinya sih...
  • Kedua bayi tersebut diperkirakan lahir antara 2011 hingga 2018
  • Autopsi dilakukan untuk menyelidiki penyebab kematian
  • Kasus serupa pernah terjadi di Prancis dalam beberapa tahun terakhir
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Seorang perempuan berusia 50 tahun ditangkap setelah dua jasad bayi yang baru lahir ditemukan di dalam lemari es di rumahnya di Prancis timur. Kasus menjadi dugaan pembunuhan bayi terbaru yang muncul di negara itu dalam beberapa tahun terakhir.

Penemuan jasad bayi tersebut terjadi setelah perempuan yang memiliki sembilan anak dari tiga ayah berbeda itu tiba-tiba meninggalkan rumahnya di kota timur Aillevillers-et-Lyaumont pada Desember 2025. Ia meninggalkan empat anaknya yang berusia 14 hingga 20 tahun, ayah mereka, dan anak kelima dari hubungan yang berbeda.

Pada Selasa (10/2/2026), seorang anggota keluarga menemukan jasad seorang bayi yang baru lahir di dalam lemari es. Setelah keluarga melaporkan temuan tersebut, polisi menemukan jasad kedua, yang terbungkus dalam sebuah kantong, di dalam lemari es yang sama.

Kecurigaan pun segera tertuju pada sang ibu. Perempuan itu ditangkap di Boulogne-Billancourt, pinggiran barat Paris, pada Rabu (11/2/2026).

1. Kedua bayi tersebut diperkirakan lahir antara 2011 hingga 2018

ilustrasi TKP (unsplash.com/Richard Bell)
ilustrasi TKP (unsplash.com/Richard Bell)

Dilansir dari The Straits Times, jaksa Cedric Logelin mengatakan bahwa tersangka mengakui telah membekukan kedua bayinya setelah mereka lahir.

"Ia membungkus bayi-bayi yang baru lahir itu segera setelah melahirkan dan kemudian langsung menempatkannya di dalam freezer yang berada di ruang cuci,” ungkap Logelin dalam konferensi pers.

Perempuan itu disebut mengenai pakaian longgar untuk menyembunyikan kehamilannya dari keluarga dan teman-temannya.

“Saat diinterogasi, ia sering menangis dan mengatakan merasa menyesal terhadap anak-anak serta keluarganya,” tambah jaksa tersebut.

Tersangka tidak dapat memastikan kapan tepatnya bayi-bayi tersebut lahir. Namun, menurut hakim Christine de Curraize, anak-anak itu lahir antara 2011 hingga 2018 saat tersangka kembali bekerja.

Sementara itu, pasangannya, yang juga sempat ditahan, mengklaim sama sekali tidak mengenai soal kedua kehamilan tersebut. Ia mengaku benar-benar terkejut.

2. Autopsi dilakukan untuk menyelidiki penyebab kematian

ilustrasi bayi (unsplash.com/Omar Lopez)
ilustrasi bayi (unsplash.com/Omar Lopez)

Autopsi akan dilakukan pada Jumat (13/2/2026) untuk menentukan secara pasti penyebab dan keadaan kematian para bayi tersebut. Logelin mengatakan, penyelidikan yudisial telah dibuka atas dugaan pembunuhan terhadap anak di bawah usia 15 tahun, sebuah kejahatan yang dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Kejaksaan juga telah meminta agar tersangka ditempatkan dalam penahanan praperadilan.

Walikota Jean-Claude Tramesel mengungkapkan keterkejutannya atas penemuan jasad bayi tersebut.

"Ini adalah desa kecil berpenduduk 1.500 jiwa. Ketika mendengar berita seperti ini, Anda selalu mengira hal itu terjadi di tempat lain. Kami benar-benar terkejut," katanya.

Ia menambahkan bahwa pasangan tersebut telah tinggal di Aillevillers-et-Lyaumont selama sekitar 20 tahun, tetapi tidak bekerja di kota tersebut. Keduanya digambarkan sebagai orang-orang yang tertutup.

3. Kasus serupa pernah terjadi di Prancis dalam beberapa tahun terakhir

ilustrasi bayi baru lahir (unsplash.com/Christian Bowen)
ilustrasi bayi baru lahir (unsplash.com/Christian Bowen)

Pada 2022, dua jasad bayi yang baru lahir ditemukan di dalam lemari es di rumah seorang perempuan di wilayah selatan Prancis. Jaksa menyatakan kematian tersebut tidak wajar. Pada 2015, 15 jasad bayi juga ditemukan dalam kasus serupa, yang berujung pada vonis 8 tahun penjara terhadap sang ibu.

Kasus lainnya yang pernah menghebohkan Prancis adalah kasus Veronique Courjault, yang dijatuhi hukuman 8 tahun penjara pada 2009 karena membunuh tiga bayi yang baru dilahirkannya. Salah satu jasad bayi tersebut dibakar, sementara sisanya disembunyikan di dalam lemari es, dilansir dari France24.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Lecehkan Murid, Eks Pekerja Penitipan Anak di Inggris Dibui 18 Tahun

16 Feb 2026, 07:09 WIBNews