Jakarta, IDN Times – Upaya memperkuat kerja sama pertahanan Eropa menghadapi kemunduran setelah Prancis dan Jerman pada Senin (8/6/2026) resmi menghentikan proyek pengembangan jet tempur generasi berikutnya. Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi agenda integrasi militer yang selama ini didorong kedua negara.
Program Future Combat Air System (FCAS) diperkenalkan pada 2017 oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan eks Kanselir Jerman Angela Merkel. Rancangan itu ditujukan untuk menghadirkan pesawat tempur baru sekitar 2040 sebagai pengganti armada Rafale milik Prancis serta Eurofighter Typhoon yang digunakan Jerman dan Spanyol. Proyek bernilai 100 miliar euro (setara Rp2.093 triliun) tersebut juga mencakup pengembangan drone dan sistem combat data cloud dengan tingkat keamanan tinggi.
