Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Israel akan Beli 2 Skuadron Jet Tempur F-35 dan F-15 dari AS

Israel akan Beli 2 Skuadron Jet Tempur F-35 dan F-15 dari AS
jet tempur F-35 milik Israel. (William Lewis, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pemerintah Israel menyetujui pembelian dua skuadron jet tempur F-35 dan F-15IA dari AS senilai miliaran dolar untuk memperkuat kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah.
  • Langkah ini menjadi bagian dari program 'Perisai Israel' yang digagas PM Netanyahu guna mengurangi ketergantungan pada pemasok asing dan mendorong produksi senjata dalam negeri.
  • Kerja sama pertahanan Israel-AS semakin erat, dengan pengiriman ribuan ton perlengkapan militer termasuk amunisi, truk operasional, dan kendaraan taktis ke pelabuhan Israel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel menyetujui kesepakatan bernilai miliaran dolar Amerika Serikat (AS) untuk membeli dua skuadron jet tempur baru dari AS pada Minggu (3/5/2026). Pengadaan tersebut bertujuan untuk memperkuat angkatan bersenjata mereka di tengah ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Komite Pengadaan Kementerian Pertahanan Israel mengesahkan pembelian armada tambahan untuk jet tempur F-35 dan pesawat tempur F-15IA. Kesepakatan ini menjadi bagian awal dari program militer jangka panjang Israel yang bernilai hingga 350 miliar shekel (sekitar Rp2.062 triliun).

1. Jumlah jet F-35 dan F-15IA Israel meningkat dua kali lipat

jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)
jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)

Israel akan membeli skuadron keempat armada jet tempur F-35 produksi perusahaan Lockheed Martin. Selain itu, militer Israel juga akan mendatangkan skuadron kedua pesawat tempur seri F-15IA yang diproduksi oleh Boeing. Sebagai informasi, satu skuadron biasanya terdiri dari 12 hingga 24 pesawat.

Rencana ini akan menggandakan total armada F-35 milik angkatan udara Israel menjadi 100 unit pesawat. Jumlah pesawat F-15IA Israel juga akan meningkat hingga 50 unit pada tahun-tahun mendatang.

"Skuadron-skuadron baru ini akan menjadi landasan pengembangan kekuatan jangka panjang IDF, mengatasi ancaman regional yang terus berkembang dan menjaga superioritas udara strategis Israel," tulis Kementerian Pertahanan Israel, dilansir The Jerusalem Post.

2. Netanyahu ingin Israel produksi senjata secara mandiri

PM Israel Benjamin Netanyahu
PM Israel Benjamin Netanyahu (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Penambahan armada jet tempur merupakan bagian dari rencana "Perisai Israel". Program pertahanan tersebut berupaya menjaga keunggulan militer jangka panjang Israel.

Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu ingin mengurangi ketergantungan negaranya pada pemasok asing. Dia bertekad meningkatkan produksi amunisi dan persenjataan dalam negeri.

"Pada saat yang sama, kita akan mengembangkan pesawat 'biru-putih' (dalam negeri) yang inovatif. Ini akan mengubah seluruh gambaran," kata Netanyahu, dilansir The New Arab.

3. AS terus kirim ribuan ton senjata ke Israel

ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)
ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Sebelumnya, Israel telah membuat kesepakatan lain untuk memperkuat militer mereka. Pada Desember, pihak Boeing telah menerima kontrak senilai 8,6 miliar dolar AS (sekitar Rp149 triliun) untuk memproduksi jet F-15IA pesanan Israel.

Kerja sama pertahanan Israel dan AS juga semakin erat di tengah konflik yang memanas di Timur Tengah. Pada pekan lalu, sebanyak dua kapal kargo dan beberapa pesawat pengangkut AS telah tiba di pelabuhan Israel membawa sekitar 6.500 ton perlengkapan militer. Muatan tersebut mencakup ribuan amunisi, truk operasional, dan kendaraan taktis lapis baja ringan.

"Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa IDF memiliki semua yang diperlukan untuk dapat kembali beroperasi dengan kekuatan penuh melawan musuh kita kapan pun dan di mana pun diperlukan," ujar Menteri Pertahanan Israel Katz, dilansir The Times of Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More