ilustrasi bendera Brasil (unsplash.com/fdantas)
Pada hari yang sama, ribuan pendukung Lula dan kelompok sayap kiri turun ke jalan di Sao Paulo. Mereka menyuarakan dukungan kepada Lula dan menolak kembalinya pemerintahan sayap kanan yang dipimpin oleh Flavio Bolsonaro.
Aksi bertajuk “Barisan untuk Demokrasi” ini dilakukan oleh ribuan orang dengan mengenakan kostum berwarna merah atau warga dari Partai Pekerja. Demonstrasi ini menjadi yang terbesar sejak Lula kalah dalam putaran pertama pilpres di Brasil.
Salah seorang demonstran, Margarida Porto, dilansir dari EFE, mengaku memilih Lula karena ia terbukti mampu menurunkan kemiskinan dan memperluas insentif bagi pekerja. Ia mengaku tidak mendapat bantuan sosial, tapi ingin rakyat yang membutuhkan tetap mendapatkannya.
Sedangkan seorang demonstran lainnya, Murilo de Oliveira (24) mengaku mendukung Lula. Menurutnya, kembalinya pemimpin sayap kanan akan berdampak besar pada hak-hak komunitas LGBTI di Brasil.