Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Brasil Sebut Meta Intervensi Pilpres di Negaranya
ilustrasi bendera Brasil (pexels.com/rodrigo-menezes)
  • Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menuding Meta membatasi distribusi kontennya di Facebook, WhatsApp, dan Instagram menjelang pilpres, yang dinilai menguntungkan Flavio Bolsonaro.
  • Tim kampanye Lula mengadukan dugaan pemblokiran konten kepada Pengadilan Elektoral Brasil, sementara TSE meminta Meta memberikan klarifikasi atas tuduhan intervensi tersebut.
  • Ribuan pendukung Lula dan kelompok sayap kiri berdemonstrasi di Sao Paulo setelah putaran pertama, ketika Lula optimistis memenangkan putaran kedua melawan Flavio Bolsonaro.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva pada Minggu (11/10/2026), tuding raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), Meta mengintervensi pemilihan presiden (pilpres) di negaranya. Menurutnya, Meta sudah membatasi konten media sosialnya.  

Pada 4 Oktober, Brasil sudah menyelenggarakan pilpres yang mempertemukan Lula dan anak mantan Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, Flavio Bolsonaro. Namun, hasil putaran pertama menunjukkan Bolsonaro unggul tipis dari Lula. 

1. Tuding Meta batasi distribusi konten di platform sosial medianya

logo Facebook dan Meta (unsplash.com/solomin_d)

Lula mengaku mendapatkan kabar bahwa kontennya di platform milik Meta, seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram sudah dibatasi. Menurutnya, Meta sengaja membatasi distribusi kontennya menjelang pilpres.

 “Serangkaian kendala teknis menunjukkan dugaan bahwa Meta sengaja dan berupaya mengintervensi proses pemungutan suara di Brasil dan menguntungkan Flavio Bolsonaro,” tuturnya, dikutip dari France24.

Sementara itu, tim kampanye Lula sudah mengajukan protes kepada Pengadilan Elektoral Brasil (TSE) mengenai dugaan pemblokiran ini. Sedangkan TSE sudah mendesak Meta untuk memberikan klarifikasi mengenai tuduhan ini. 

2. Ribuan pendukung sayap kiri Brasil turun ke jalan

ilustrasi bendera Brasil (unsplash.com/fdantas)

Pada hari yang sama, ribuan pendukung Lula dan kelompok sayap kiri turun ke jalan di Sao Paulo. Mereka menyuarakan dukungan kepada Lula dan menolak kembalinya pemerintahan sayap kanan yang dipimpin oleh Flavio Bolsonaro. 

Aksi bertajuk “Barisan untuk Demokrasi” ini dilakukan oleh ribuan orang dengan mengenakan kostum berwarna merah atau warga dari Partai Pekerja. Demonstrasi ini menjadi yang terbesar sejak Lula kalah dalam putaran pertama pilpres di Brasil. 

Salah seorang demonstran, Margarida Porto, dilansir dari EFE, mengaku memilih Lula karena ia terbukti mampu menurunkan kemiskinan dan memperluas insentif bagi pekerja. Ia mengaku tidak mendapat bantuan sosial, tapi ingin rakyat yang membutuhkan tetap mendapatkannya. 

Sedangkan seorang demonstran lainnya, Murilo de Oliveira (24) mengaku mendukung Lula. Menurutnya, kembalinya pemimpin sayap kanan akan berdampak besar pada hak-hak komunitas LGBTI di Brasil. 

3. Lula suarakan agar Brasil tidak lagi dipimpin oleh fasisme

Presiden Brasil, Lula da Silva. (REPÚBLICA DE COLOMBIA, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pada akhir pekan lalu, Lula mengaku masih optimis dapat memenangkan pilpres putaran kedua meski kalah dalam putaran pertama. Calon presiden sayap kiri itu mengaku akan berusaha untuk mencegah Brasil kembali dipimpin lagi oleh sosok berpaham fasisme. 

"Kita akan memenangkan pilpres putaran kedua ini. Anda semua yang akan memastikan bahwa negara ini tidak akan jatuh ke tangan fasisme lagi," tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article