Jakarta, IDN Times - Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengungkapkan bahwa pemerintah Maroko sengaja mendorong picu krisis migrasi di Ceuta. Menurutnya, Maroko mengikuti desain yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Sejak pekan lalu, wilayah terluar Spanyol di Afrika, Ceuta sudah dibanjiri imigran ilegal dari Maroko. Insiden ini membuat beberapa negara Eropa mendorong penangguhan Spanyol dalam keanggotaan Schengen.
