Jakarta, IDN Times – Sekitar 25 ribu warga pada Sabtu (24/10/2026) turun ke jalan di Madrid, bergerak dari Stasiun Atocha menuju Gran Via untuk menuntut perlindungan pensiun menjelang pemilihan umum pada 29 November 2026. Mereka mendesak agar nilai pensiun tetap disesuaikan dengan inflasi dan kesenjangan pensiun antara laki-laki dan perempuan dihapuskan.
Tuntutan tersebut muncul ketika total tagihan pensiun bulanan Spanyol mencetak rekor baru tahun ini, hampir mencapai 14,5 miliar euro (sekitar Rp293,8 triliun). Sistem pensiun negara itu menggunakan skema bayar langsung, yakni iuran pekerja yang masih aktif digunakan untuk membiayai pensiunan saat ini, bukan disimpan dalam rekening pribadi.
Dilansir Al Jazeera, wakil juru bicara partai sayap kiri Mas Madrid di Majelis Madrid, Emilio Delgado, menilai pensiun harus menjamin penghargaan yang layak bagi masyarakat yang telah bekerja sepanjang hidupnya. Ia menyatakan bahwa tidak ada pensiun yang boleh berada di bawah upah minimum karena orang yang telah bekerja seumur hidup berhak memperoleh penghargaan yang bermartabat.
