Comscore Tracker

Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi Kalah

Si komedian sering memainkan karakter presiden

Kiev, IDN Times - Pemilihan Presiden Ukraina diyakini akan berlangsung ke putaran kedua. Uniknya, pesta demokrasi tersebut akan mempertemukan seorang komedian televisi dan petahana Petro Poroshenko.

Volodymyr Zelenskiy, nama komedian tersebut, sebelumnya kerap  memainkan karakter sebagai presiden. Menariknya lagi, Zelenskiy diprediksi mampu mengalahkan Poroshenko yang sudah menjadi presiden sejak 2014.

1. Hasil sementara menunjukkan Poroshenko kalah

Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi KalahANTARA FOTO/Mikhail Palinchak/Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

Dikutip dari The Guardian, hasil pemungutan suara pertama pada Minggu (31/3), sudah mencapai 90 persen. Berdasarkan penghitungan sementara, Zelenskiy memimpin dengan 30,26 persen. Sedangkan, Poroshenko berada di posisi kedua dengan perolehan suara 15,99 persen.

Kandidat ketiga merupakan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko, di mana ia mendapatkan 13,35 persen dan dipercaya sulit mengejar posisi Poroshenko untuk maju ke Pilpres putaran kedua.

2. Zelenskiy membuat publik Ukraina terkejut

Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi Kalahinstagram.com/zelenskiy_official

Para analis pun semakin yakin Zelenskiy dan Poroshenko yang akan maju ke putaran kedua. Dari pengamatan mereka, Zelenskiy berpeluang besar menjadi presiden Ukraina berikutnya. Ini tentu menjadi perhatian tersendiri bagi negara-negara tetangga, karena merupakan sebuah fenomena langka, di mana seorang komedian menjadi kepala pemerintahan.

Pencalonan Zelenskiy dan popularitasnya menjadi kejutan bagi masyarakat Ukraina. Sebab, laki-laki berusia 41 tahun itu hanya sebagai komedian yang sering membuat parodi soal pemerintah--termasuk Poroshenko--dan tak punya pengalaman politik sama sekali.

Baca Juga: Presiden Ukraina Umumkan Situasi Darurat Militer Telah Resmi Dicabut

3. Menguatnya posisi Zelenskiy dipengaruhi rasa frustrasi rakyat terhadap Poroshenko

Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi Kalahinstagram.com/zelenskiy_official

Ketenaran Zelenskiy di bilik suara tak bisa dilepaskan dari kemarahan dan frustrasi masyarakat terhadap marak nya korupsi di tubuh pemerintah. Berdasarkan poling, mereka lelah setelah bertahun-tahun mengalami peningkatan biaya hidup, lambannya reformasi, dan konflik dengan separatis yang didukung Rusia di wilayah timur Ukraina.

Rasa muak terhadap Poroshenko pun mendorong mereka menginginkan wajah baru sebagai pemimpin. Apalagi, dalam acara komedinya, Zelenskiy memerankan karakter seorang guru yang berhasil menjadi presiden, karena ceramahnya soal korupsi menjadi viral. Ini semacam sentilan kepada pemerintah saat ini.

4. Visi dan misi Zelenskiy dinilai tidak jelas

Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi KalahANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich

Seperti dilaporkan BBC, Zelenskiy menggunakan taktik kampanye yang tidak biasa. Ia tak pernah menyampaikan pidato politik atau orasi di hadapan massa pendukungnya. Justru sebaliknya, ia menggunakan media sosial untuk mengunggah pesan-pesan bernada ceria.

Apalagi, Zelenskiy juga menyatakan enggan membuat janji politik. "Tak ada janji, tak ada kekecewaan!" ujar dia, suatu kali.

Namun, Zelenskiy pernah mengatakan dirinya secara umum mendukung integrasi Ukraina dengan negara-negara Barat, dan ingin ada pertemuan damai dengan Rusia. Sayangnya, sejauh ini ia menghindari wawancara dengan wartawan atau melakukan debat dengan kandidat lain. 

5. Prediksi dukungan kepada Zelenskiy menunjukkan tren positif untuknya

Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi Kalahinstagram.com/zelenskiy_official

Sementara, di tengah ketidakjelasan visi dan misi yang diusung Zelenskiy, poling dari Kyiv International Institute of Sociology menunjukkan ia akan memperoleh dukungan 43 persen dari suporter Tymoshenko pada putaran kedua.

Ia juga diprediksi akan mendapatkan limpahan suara 52 persen dari kandidat nomor empat Yuriy Boiko. Sedangkan, Poroshenko hanya diestimasi memperoleh masing-masing 11 persen dan 2 persen saja dari kedua kandidat itu.

Ketika hasil pemungutan suara pertama keluar, Poroshenko bertemu dengan awak media untuk menyampaikan pesan yang diharapkan menenangkan pendukungnya.

"Saya sangat mengerti sinyal yang diberikan masyarakat hari ini kepada otoritas yang bekerja. Ini adalah pelajaran berat bagi saya dan tim. Ini adalah alasan untuk mengerjakan pekerjaan serius, demi membenahi kesalahan-kesalahan di masa lalu," ujar dia.

Baca Juga: Demi Keamanan, Presiden Ukraina Desak NATO Kirim Kapal Angkatan Laut

Topic:

  • Rosa Folia
  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya