Sebuah cuplikan video yang diambil dari rekaman yang dirilis oleh militer Israel pada 1 Maret 2026, menunjukkan apa yang mereka sebut sebagai serangan skala besar terhadap "markas besar rezim teror Iran" di Teheran, Iran pada 1 Maret. (HANDOUT /ISRAELI ARMY/AFP)
Saat ini, perang antara AS, Israel, dan Iran masih berlanjut. Jumlah korban yang ditimbulkan dari perang ini juga terus bertambah seiring waktu. Laporan terbaru dari Palang Merah Iran menyebut jumlah korban imbas serangan AS-Israel di Iran kini sudah mencapai 555 orang.
Penambahan korban tewas ini terjadi usai serangan terbaru AS-Israel ke Iran pada Senin. Saat itu, serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 55 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 korban berasal dari Provinsi Fars, sedangkan 20 korban lainnya berasal dari Tehran.
Meski serangan masih terjadi, Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan perang dengan Iran tidak akan berlarut larut. Bahkan, Trump dalam pernyataannya memprediksi perang melawan negara mayoritas Islam Syiah itu hanya akan berlangsung selama empat sampai lima minggu saja. Namun, Trump menegaskan perang bisa berlangsung lebih lama jika memang dibutuhkan.