Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita dari Bandara Jeddah: Jelang Pencopotan Dadan Hindayana dari BGN

Cerita dari Bandara Jeddah: Jelang Pencopotan Dadan Hindayana dari BGN
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
Intinya Sih
Gini Kak
  • Dadan Hindayana pulang lebih awal dari ibadah haji di Arab Saudi untuk menghadiri rapat penting di Jakarta, membawa semangat memperluas program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak diaspora.

  • Di bandara, Dadan tampak antusias menceritakan kunjungannya ke Sekolah Indonesia Jeddah dan rencana ekspansi program MBG, sebelum akhirnya terbang pulang demi tugas kenegaraan.

  • Sesampainya di Tanah Air, Presiden Prabowo mencopot Dadan dari jabatan Kepala BGN pada 2 Juni 2026, dan sehari kemudian ia ditangkap Kejaksaan Agung atas dugaan korupsi program MBG.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jeddah, IDN Times — Politik dan garis takdir sering kali sulit ditebak. Pada Minggu (31/5/2026) malam, di tengah hiruk-pikuk Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, seorang pejabat negara bergegas pulang meninggalkan Tanah Suci lebih awal dari jadwal. Ia membawa antusiasme setumpuk rencana program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak diaspora, dan tiket pesawat komersial demi mengejar panggilan tugas dari Presiden di Jakarta.

Dua hari kemudian, tepat pada 2 Juni 2026, hari di mana ia dijadwalkan menghadiri rapat penting tersebut, nama Dadan Hindayana diumumkan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Bagi publik, berita pencopotan Dadan dari jabatannya mungkin hanya menjadi tajuk utama dinamika perpolitikan di Tanah Air. Namun, bagi Tim Media Center Haji (MCH) Daerah Kerja Bandara, peristiwa ini menyisakan sebuah ironi dramatis dan cerita di balik layar yang sangat membekas.

1. Berawal dari obrolan di mobil

Kantor BGN dijaga ketat personil keamanan (IDN Times/Trio Hamdani)
Kantor BGN dijaga ketat pascapencopotan Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN (IDN Times/Trio Hamdani)

Malam itu, jelang Magrib waktu Arab Saudi, tim MCH bersiap menuju bandara setelah mendengar kabar bahwa Kepala BGN Dadan Hindayana akan terbang kembali ke Indonesia usai melaksanakan ibadah haji. Awalnya, tidak ada ekspektasi berlebih. Ini hanyalah peliputan kepulangan seorang pejabat yang telah selesai menunaikan ibadah haji.

Namun, insting jurnalistik justru tersulut di tengah perjalanan menuju bandara. Sang pengemudi mobil, seorang warga negara Indonesia yang menetap di Jeddah, bercerita dengan antusias bahwa siang harinya sekolah tempat anak-anaknya belajar—Sekolah Indonesia Jeddah—baru saja didatangi oleh Kepala BGN.

Cerita sederhana dari sang sopir memantik rasa penasaran. "Ngapain Kepala BGN mampir ke sekolah diaspora di hari libur?" Dari rasa penasaran di atas kursi mobil inilah, lahir wawancara yang membuahkan scoop berita nasional: Wacana Ekspansi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Arab Saudi yang kemudian ramai dikutip berbagai media.

2. Senyum semringah di sofa bandara

Seorang pria tersenyum duduk di sofa bersama seorang wanita berhijab hitam di ruangan dengan pintu oranye terbuka di belakang mereka.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindaya dan istri ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, saat hendak pulang ke Indonesia usai melaksanakan haji (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Setibanya di bandara, kami menemui Dadan Hindayana yang tengah duduk santai di sebuah sofa ruang tunggu, ditemani sang istri. Terlihat secuil guratan kelelahan bergelayut di wajahnya, namun pembawaannya normal, tenang, dan sangat terbuka menyambut awak media.

Alih-alih bersikap kaku layaknya birokrat, wajah Dadan justru berkali-kali semringah saat menceritakan kunjungannya ke Sekolah Indonesia Jeddah. Ia bercerita, betapa terkejutnya dia disambut oleh sekitar 100 siswa dan puluhan guru di hari libur. Ia memaparkan gagasan untuk anak-anak pekerja migran dengan mata yang berbinar. Saking antusiasnya, ia secara proaktif menawarkan diri untuk membagikan dokumentasi kunjungannya kepada awak media, yang belakangan ia kirimkan dalam bentuk tautan video Instagram.

Malam itu, Dadan Hindayana adalah sosok pejabat yang tengah jatuh cinta pada gagasan-gagasannya sendiri.

3. Nafar awal demi acara besar di Tanah Air yang telah menunggu

Dadan Hindayana
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana menggunakan rompi merah muda usai diperiksa di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Obrolan mengalir hingga ke pengalaman spiritualnya. Ada info yang menarik: Dadan ternyata berhaji menggunakan kuota reguler. Ia telah menanti selama 12 tahun sejak mendaftar pada Mei 2014, dan tergabung dalam Kloter 27 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS).

Dadan mengaku tetap membaur dengan jemaah biasa dan memuji tingginya kualitas pelayanan petugas haji. Namun, ada satu hal yang membedakannya. Demi menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat, Dadan terpaksa menyewa kamar secara mandiri yang terpisah dari jemaah lain. Ia mengaku hal itu bukan demi kemewahan, melainkan untuk menjaga konsentrasi. Di sela-sela wukuf dan lontar jumrah, ia harus terus berkoordinasi jarak jauh dengan Jakarta untuk urusan kebijakan yang bersifat konfidensial.

Alasan itu pula yang membuatnya mengambil skema Nafar Awal dan memangkas jadwal ibadahnya. Ia seharusnya baru pulang pada 4 Juni. "Ada kegiatan yang cukup besar dalam dua hari ke depan (tanggal 2 dan 3 Juni) dengan Pak Presiden Prabowo Subianto dan juga Tony Blair, saya diminta pulang lebih awal," tuturnya malam itu dengan nada penuh komitmen.

4. "Saya ingin tenang"

Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Momen paling membekas justru terjadi di penghujung perjumpaan. Saat sesi wawancara usai, awak media dan petugas PPIH mengajak Dadan untuk berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

Kami secara natural mengundang sang istri, yang sedari tadi duduk mendampingi, untuk ikut masuk ke dalam frame. Namun, dengan gestur yang halus, sang istri menolak bergabung. Sembari bertahan di tempat duduknya, ia menyeletuk singkat, "Enggak usah, saya ingin tenang."

Sebuah kalimat sederhana yang malam itu hanya terdengar sebagai candaan ringan dari seorang pendamping pejabat yang menghindari sorotan kamera. Namun, jika direnungkan kembali setelah tanggal 2 Juni, kalimat tersebut terasa seperti sebuah firasat, atau mungkin sebuah kelegaan yang jujur dari orang terdekatnya.

Dadan Hindayana pun melangkah masuk ke boarding gate, terbang menembus awan malam menuju Jakarta, mengejar panggilan tugas yang ternyata menjadi titik akhir pengabdiannya di BGN.

Pada Selasa (2/6/2026) malam, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Dia dicopot bersama Wakil BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

"Bapak Presiden melakukan keputusan untuk mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional yang pertama saudara Dadan Indrayana sebagai kepala BGN," ujar Prasetyo.

Keesokan harinya, pada Rabu 3 Juni 2026, Kejaksaan Agung menangkap Dadan bersama Lodewyk dan Sony. Ketiganya kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program MBG dan langsung ditahan.

Rencana Dadan untuk membawa program makan bergizi gratis ke Tanah Arab pun mungkin tertunda, atau mungkin tidak akan pernah terjadi, namun Dadan telah menuntaskan panggilan Tuhannya, sekaligus memenuhi panggilan pimpinannya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More