Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekjen Kao Soroti Peran Thailand Bagi Masa Depan ASEAN
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn. (Dok. ASEAN Secretariat)
  • Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn menilai Thailand berposisi strategis menentukan masa depan ASEAN, berbekal kontribusinya sejak Deklarasi Bangkok 1967 dalam integrasi, konektivitas, dan pembangunan berkelanjutan.
  • Kao menyoroti tantangan ASEAN berupa ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, gangguan rantai pasok, perubahan iklim, serta ketahanan pangan dan energi yang membutuhkan persatuan dan respons kolektif.
  • Implementasi ASEAN 2045: Our Shared Future akan berlandaskan regionalisme, ketahanan, dan relevansi; Sekretariat ASEAN menyatakan dukungan bagi Thailand serta seluruh negara anggota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai Thailand memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan ASEAN di tengah meningkatnya tantangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dan energi.

Hal itu disampaikan Kao Kim Hourn saat menyambut kunjungan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Markas Besar ASEAN, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga relevansi ASEAN di tengah perubahan global yang semakin kompleks.

Kao mengatakan Thailand merupakan salah satu negara yang memiliki kontribusi besar sejak berdirinya ASEAN pada 1967 melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok. Sejak itu, Thailand dinilai konsisten mendorong integrasi kawasan, konektivitas, serta pembangunan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Di saat ASEAN menghadapi tantangan yang semakin beragam, Kao menegaskan organisasi kawasan itu membutuhkan persatuan dan kemampuan kolektif seluruh negara anggota agar tetap mampu merespons berbagai dinamika yang berkembang.

1. Thailand dinilai punya peran strategis bagi ASEAN

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam sambutannya, Kao menyebut kunjungan Anutin menjadi bukti komitmen kuat Thailand terhadap ASEAN sekaligus kesempatan untuk merefleksikan perjalanan organisasi kawasan tersebut.

“Kunjungan Yang Mulia merupakan wujud komitmen kuat Thailand terhadap ASEAN sekaligus menjadi kesempatan berharga untuk merefleksikan perjalanan bersama kita serta menyampaikan visi yang sangat tepat waktu bagi kelanjutan perkembangan ASEAN,” ujar Kao.

Ia menegaskan Thailand telah memainkan peran penting sejak ASEAN didirikan di Bangkok pada 8 Agustus 1967. Menurutnya, negara tersebut terus berkontribusi dalam memperkuat konektivitas kawasan, memperdalam integrasi ekonomi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Berbekal warisan tersebut, Thailand berada pada posisi yang sangat baik untuk memberikan kontribusi penting terhadap arah masa depan ASEAN, yaitu membangun kawasan yang semakin terintegrasi, lebih luwes, lebih tangguh, dan lebih responsif terhadap aspirasi masyarakatnya,” katanya.

2. ASEAN hadapi tantangan geopolitik hingga ketahanan energi

Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kao mengatakan kunjungan Perdana Menteri Thailand berlangsung pada saat ASEAN menghadapi situasi strategis yang semakin kompleks. Menurutnya, kawasan kini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, gangguan rantai pasok, perkembangan teknologi, perubahan iklim, hingga persoalan perdagangan, ketahanan pangan, dan ketahanan energi.

“ASEAN saat ini menghadapi tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar kawasan,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN agar organisasi kawasan tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.

“Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya persatuan ASEAN, sentralitas ASEAN, serta kemampuan kolektif kita untuk merespons secara efektif berbagai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” kata Kao.

3. Implementasi ASEAN 2045 jadi fokus bersama

ilustrasi Sekretariat ASEAN (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam kesempatan itu, Kao juga menyinggung hasil KTT ASEAN ke-48 yang menetapkan tiga prioritas utama atau tiga R, yakni regionalisme (regionalism), ketahanan (resilience), dan relevansi (relevance) sebagai pedoman menghadapi perubahan kawasan. Ia mengatakan ketiga prioritas tersebut akan menjadi landasan implementasi ASEAN 2045: Our Shared Future yang bertujuan memperkuat posisi ASEAN di masa depan.

“Kami merasa terhormat dapat mendengarkan Yang Mulia menjelaskan lebih lanjut mengenai prioritas-prioritas tersebut sekaligus menyampaikan visi Thailand bagi masa depan ASEAN melalui pidato kebijakan hari ini,” ujarnya.

Kao menegaskan seluruh institusi ASEAN harus tetap adaptif dalam menghadapi tantangan multidimensi agar mampu mewujudkan berbagai prioritas kawasan.

“Seluruh institusi ASEAN harus tetap adaptif, kredibel, dan memiliki tujuan yang jelas dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks dan multidimensi, guna memajukan berbagai kepentingan utama ASEAN, khususnya perdamaian, kemakmuran, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan Sekretariat ASEAN akan terus mendukung Thailand dan seluruh negara anggota dalam mewujudkan agenda bersama tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article