Filipina Gandeng Indonesia Perluas Standar Halal di ASEAN

- Filipina menggandeng Indonesia untuk mengembangkan standar halal, memanfaatkan pengalaman Indonesia dalam sertifikasi demi membangun ekosistem yang lebih terintegrasi.
- Pemerintah Filipina mengupayakan Mutual Recognition Agreement dengan Indonesia guna mempermudah pengakuan sertifikasi halal dan mempelajari pengembangan standar.
- Kolaborasi bilateral ini ditargetkan berkembang menjadi standar halal ASEAN, untuk menghubungkan pasar kawasan, melancarkan perdagangan lintas negara, dan memperluas akses pasar global.
Manila, IDN Times - Filipina akan menggandeng Indonesia untuk mengembangkan standar halal di tingkat ASEAN. Langkah ini diambil seiring pesatnya pertumbuhan industri halal global yang nilainya mencapai sekitar 2,6 triliun dolar AS.
Pemerintah Filipina menilai Indonesia merupakan mitra strategis karena telah memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sertifikasi dan standar halal. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam membangun sistem yang lebih terintegrasi di kawasan.
Selain mendorong kerja sama bilateral melalui perjanjian saling pengakuan (Mutual Recognition Agreement/MRA), Filipina juga ingin memperluas kolaborasi tersebut menjadi standar regional ASEAN agar pasar halal di kawasan semakin terhubung.
1. Indonesia merupakan mitra alami di ASEAN

Kepala Divisi Hubungan dan Pengaturan Regional pada Biro Hubungan Perdagangan Internasional, Departemen Perdagangan dan Industri (DTI) Filipina, Denise Cheska C Enriquez, dalam jumpa pers di ASEAN Media Forum (AMF) ke-10 di Manila, Filipina, mengatakan Indonesia menjadi pilihan utama Filipina dalam kerja sama pengembangan standar halal karena pengalaman yang telah dimiliki.
"Jawaban singkatnya, ya. Namun, jawaban yang lebih panjang adalah kerja sama tersebut sudah berjalan dengan baik. Indonesia tentu merupakan mitra yang sangat alami dalam pengakuan halal dan pengembangan standar," kata Cheska, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, industri halal terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan sehingga membuka peluang ekonomi yang besar bagi negara-negara ASEAN. Cheska menilai kerja sama dengan Indonesia akan mempercepat pengembangan ekosistem halal di Filipina.
"Ini merupakan industri yang sangat besar, dengan nilai sekitar 2,6 triliun dolar AS dan terus bertumbuh. Filipina tentu ingin mengambil bagian dari potensi tersebut," ujarnya.
2. Filipina kejar perjanjian MRA dengan Indonesia

Cheska mengatakan Filipina tengah mengupayakan perjanjian saling pengakuan atau Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah pengakuan sertifikasi halal, tetapi juga menjadi sarana bagi Filipina untuk mempelajari pengalaman Indonesia. Dengan kerja sama itu, dia berharap bisa memperkuat daya saing industri halal kedua negara di pasar internasional.
"Indonesia sudah memiliki banyak pengalaman di bidang ini. Karena itu, kami sedang mengupayakan perjanjian saling pengakuan dengan Indonesia, bukan hanya untuk belajar dari Indonesia, tetapi juga untuk mulai mengembangkan standar regional," katanya.
3. Ingin dikembangkan ke tingkat ASEAN

Filipina juga berharap kerja sama dengan Indonesia dapat menjadi fondasi bagi pengembangan standar halal bersama di kawasan ASEAN. Menurut Cheska, semakin banyak negara yang bergabung dalam penyusunan standar bersama, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat diperoleh.
Harmonisasi standar halal di tingkat ASEAN, diharapkan Cheska, mempermudah perdagangan lintas negara sekaligus memperluas akses produk halal kawasan ke pasar global.
"Kami juga sangat aktif bekerja sama dengan Indonesia untuk menjadikan upaya ini sebagai bagian dari ASEAN. Sebab, semakin banyak pihak yang terlibat dalam suatu perjanjian maupun pengembangan standar, semakin luas pula pasar yang dapat diakses," ujarnya.

















