Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mendesak seluruh negara anggota untuk menyampaikan rencana yang jelas, konkret, dan kredibel untuk memenuhi target belanja pertahanan aliansi. Pernyataan itu disampaikan Rutte menjelang KTT NATO yang akan dimulai pada Selasa (7/7/2026).
Seruan tersebut muncul di tengah perubahan kebijakan keamanan Amerika Serikat (AS) di Eropa. Washington terus mengurangi peran militernya di kawasan dan mendorong negara-negara sekutu mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar dalam pembiayaan pertahanan.
Pada tahun lalu, 32 negara anggota NATO menyepakati target belanja pertahanan sebesar 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, sejumlah anggota hingga kini masih kesulitan memenuhi target lama aliansi pertahanan Barat sebesar 2 persen dari PDB, dikutip Al Jazeera.
