Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sebut NATO Bak Macan Kertas, AS Bakal Tinjauan Ulang Pasukan di Eropa

Sebut NATO Bak Macan Kertas, AS Bakal Tinjauan Ulang Pasukan di Eropa
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. (U.S. Secretary of Defense, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Menhan AS Pete Hegseth menyebut NATO sebagai 'macan kertas' dan menilai negara-negara Eropa terlalu bergantung pada perlindungan militer Washington tanpa kontribusi seimbang.
  • Pentagon akan meninjau ulang penempatan pasukan AS di Eropa selama enam bulan untuk memastikan aliansi bergerak menuju kepemimpinan Eropa dan pembagian beban yang lebih adil.
  • Pemerintahan Trump mulai menarik sekitar 5 ribu pasukan serta mengurangi sejumlah jet tempur, kapal perang, dan peralatan militer AS dari Polandia dan Jerman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, melontarkan kritik keras terhadap NATO yang disebutnya sebagai "macan kertas". Dalam pertemuan para menteri pertahanan aliansi pertahanan Barat di Brussels, Hegseth menyebut sejumlah negara anggota NATO terlalu bergantung pada perlindungan militer AS tanpa memberikan kontribusi yang setara.

Sejalan dengan hal tersebut, Pentagon mengumumkan peninjauan ulang terhadap penempatan pasukan AS di Eropa yang akan berlangsung selama enam bulan. Peninjauan bertujuan memastikan NATO bergerak cepat menuju kepemimpinan Eropa. Meski demikian, belum jelas apakah peninjauan itu akan menyebabkan pengurangan pasukan Washington di benua biru tersebut.

"Presiden Trump sudah sangat jelas mengenai hal ini selama bertahun-tahun dan selama dua pemerintahan. Dan selama ini, NATO hanyalah macan kertas dan jalan satu arah. Tidak lagi," ungkap Hegseth, Kamis (18/6/2026), dikutip dari The Hill.

1. AS marah sekutu Eropa tolak bantu Washington selama operasi militer ke Iran

Hegseth mengkritik respons sejumlah negara Eropa yang menolak memberikan akses ke pangkalan militer maupun izin melintas selama operasi militer AS terhadap Iran. Pejabat pertahanan AS itu menilai sikap tersebut bertolak belakang dengan dukungan keamanan yang selama ini diberikan Negeri Paman Sam kepada Eropa selama puluhan tahun, dilaporkan The Guardian.

"Target Iran mengancam kepentingan Eropa bahkan lebih langsung daripada mengancam kita (AS), tetapi terlalu banyak sekutu kita yang mengatakan tidak, atau mencoba menenggelamkan kita dalam perdebatan hukum yang rumit, atau mengkritik kita secara terbuka karena melakukan apa yang tidak mereka siapkan atau mampu lakukan sendiri. Itu memalukan," terang Hegseth.

2. Kontribusi AS akan bergantung pada target belanja pertahanan sekutu NATO

Hegseth mengatakan, nantinya kontribusi AS ke NATO akan bergantung pada keberhasilan negara-negara anggota lain dalam memenuhi target anggaran pertahanannya. Washington akan menurunkan iurannya jika sekutu lain tidak berhasil meningkatkan belanja pertahanannya.

Negara-negara NATO telah berkomitmen untuk mengalokasikan 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya untuk pengeluaran pertahanan. Namun, hingga kini sejumlah negara anggota aliansi tersebut bahkan belum mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar 3,5 persen.

Pentagon mengatakan langkah tersebut merupakan upaya mendorong negara-negara Eropa agar lebih mandiri dalam menjaga keamanan kawasan. Meski demikian, Hegseth menegaskan bahwa Washington tetap berkomitmen terhadap NATO, dan menginginkan pembagian beban yang lebih adil di antara seluruh anggota aliansi pertahanan Barat tersebut.

3. Washington tarik sejumlah pasukan dan peralatan militer AS

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump mengumumkan akan mengurangi sekitar 5 ribu pasukan AS di Polandia dan Jerman. Washington pada awal Juni juga mengumumkan pengurangan sejumlah peralatan militernya.

Pengurangan peralatan militer AS mencakup jet tempur dan kapal perangnya untuk operasional NATO. Pengurangan ini termasuk jet tempur F-16 dan F-15E dari sekitar 150 menjadi 100, pesawat pengintai P-8 Poseidon dari 26 menjadi 15, serta pengalokasian kembali kedelapan jet tanker pengisian bahan bakar udara yang sebelumnya tersedia untuk Eropa.

Sekjen NATO, Mark Rutte, mengatakan pada Rabu bahwa tidak akan ada dampak langsung akibat pengurangan pasukan dan peralatan AS. Komandan tertinggi aliansi pertahanan Barat, Alexus Grynkewich, percaya bahwa dalam waktu dekat sekutu akan memiliki cukup persenjataan untuk mengimbangi kekurangan akibat penarikan Washington.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More