Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sempat Hilang 5 Hari, Dua Mahasiswa Ditemukan Tewas di Gunung Colorado
Ilustrasi evakuasi korban (Unsplash.com/Frederick Shaw)
  • Dua mahasiswa Colorado Mountain College, Kaden Matsuda dan Jackson Donlon, ditemukan tewas pada 28 Oktober 2026 di West Apostle Mountain setelah hilang lima hari saat mendaki.
  • Pencarian terhambat badai salju lebat yang menutup jejak dan komunikasi; 60 personel SAR menemukan tenda terkubur sebelum menemukan jasad keduanya di ketinggian 4.144 meter.
  • Sheriff menyatakan tidak ada indikasi tindak kriminal, sementara autopsi menyelidiki penyebab kematian; kampus menyediakan pendampingan keluarga serta konseling bagi komunitasnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dua mahasiswa Colorado Mountain College ditemukan tewas pada Rabu (28/10/2026) sore setelah sempat dilaporkan hilang saat mendaki di Chaffee County, Colorado, Amerika Serikat. Kedua korban, Kaden Matsuda (19) dan Jackson Donlon (20), ditemukan saling berdekatan di area cekungan West Apostle Mountain setelah pencarian selama lima hari.

Kantor Sheriff Chaffee County memastikan tidak menemukan adanya indikasi tindak kriminal dalam insiden maut tersebut. Sebelumnya, tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian jalur darat dan udara berskala besar menyusul laporan orang hilang dari pihak kampus.

1. Penemuan jasad kedua korban di lereng gunung

Matsuda yang berasal dari Ridgway, Colorado, serta Donlon asal New York, ditemukan sekitar pukul 15.30 waktu setempat di ketinggian 4.144 meter. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa Colorado Mountain College kampus Leadville yang terletak sekitar 160 kilometer di sebelah barat Denver. Di kampus tersebut, Matsuda mengambil studi pemadam kebakaran hutan, sedangkan Donlon menempuh pendidikan pemandu gunung.

"Kami sangat berduka untuk keluarga korban. Kami juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang berhasil menemukan keduanya sebelum badai akhir pekan tiba, sehingga keluarga mendapat kepastian," kata Sheriff Andy Rohrich, dilansir The Guardian.

Saat ini, pihak kepolisian bersama Kantor Pemeriksa Medis Chaffee County masih menyelidiki penyebab pasti kematian kedua korban melalui prosedur autopsi resmi.

2. Terjangan badai salju yang menghambat pencarian korban

Kedua mahasiswa tersebut awalnya berangkat pada Jumat (23/10/2026) menuju Ice Mountain yang memiliki ketinggian 4.255 meter. Jalur teknis tersebut tergolong berisiko tinggi, dan keduanya direncanakan kembali pada Minggu (25/10/2026). Namun, badai salju lebat dengan ketebalan 30 hingga 60 sentimeter, bahkan mencapai 1,2 meter di titik tertentu, menerjang kawasan Pegunungan Rocky, sehingga memutus sinyal komunikasi dan menutup jejak mereka.

Pihak kampus kemudian melapor ke kepolisian pada Senin (26/10/2026) pagi setelah keduanya tidak kunjung kembali. Mobil milik Matsuda sempat ditemukan tertimbun salju di pos pendakian Gunung Huron, kawasan Winfield. Menanggapi laporan itu, sebanyak 60 personel SAR gabungan yang melibatkan anjing pelacak, drone termal, dan helikopter dikerahkan menyisir wilayah Chaffee hingga Gunnison County. Pada Selasa (27/10/2026), pantauan udara menemukan tenda korban yang terkubur salju dekat Lake Ann, sebelum akhirnya jasad kedua pemuda ditemukan pada Rabu sore.

3. Duka mendalam komunitas kampus atas kepergian dua mahasiswa

Kabar duka ini memicu kepedihan mendalam bagi civitas akademika Colorado Mountain College. Pihak perguruan tinggi langsung memusatkan perhatian pada pendampingan keluarga korban, sekaligus menyediakan layanan dukungan psikologis dan konseling bagi rekan mahasiswa maupun tenaga pengajar.

"Kami sangat terpukul atas kepergian Kaden dan Jackson. Fokus utama kami saat ini adalah mendampingi keluarga mereka serta memastikan seluruh warga kampus mendapatkan dukungan emosional yang memadai," tulis manajemen kampus dalam pernyataan resminya.

Sheriff Rohrich menambahkan bahwa kedua korban sebenarnya merupakan pendaki berpengalaman yang membawa perlengkapan keselamatan lengkap, sebelum cuaca ekstrem yang datang tak terduga menghantam jalur pegunungan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article