AS Desak Lithuania Buka Pelabuhan untuk Ekspor Potasium dari Belarus

- Perwakilan AS John Coale mendesak Lithuania membuka pelabuhan bagi ekspor potasium Belarus, seiring membaiknya hubungan Washington-Minsk setelah negosiasi pembebasan tahanan politik.
- Lithuania menolak permintaan tersebut dan menegaskan akan mengikuti sanksi UE yang melarang impor serta transit potasium Belarus melalui wilayah Uni Eropa.
- AS ingin mengurangi ketergantungan 80 persen impor potasium dari Kanada, sementara Pentagon juga meminta Lithuania, Latvia, dan Estonia menurunkan tensi terhadap Rusia.
Jakarta, IDN Times - Perwakilan Khusus Amerika Serikat (AS) di Belarus, John Coale mendesak Lithuania membuka pembatasan pengiriman barang dari Belarus pada Jumat (30/10/2026). Ia meminta pembukaan sanksi pembatasan ekspor Uni Eropa (UE) ke Belarus.
Sebulan terakhir, hubungan AS dan Belarus kian membaik usai keberhasilan negosiasi membebaskan tahanan politik. Presiden AS, Donald Trump juga mengungkapkan persetujuan membeli pupuk potasium murah dari Belarus untuk menggantikan pasokan dari Kanada.
1. Lithuania tolak transit pupuk potasium Belarus

ilustrasi bendera Lithuania (Unsplash/Alessandro Ricossa) Menanggapi desakan ini, Menteri Luar Negeri Lithuania, Kestutis Budrys mengungkapkan bahwa negaranya akan mengikuti kebijakan UE. Ia bersikukuh bahwa sanksi UE melarang impor potasium Belarus sekaligus transit melewati teritori UE.
Dilansir LRT, Coale sudah melobi sejumlah pejabat Lithuania selama lebih dari setahun terakhir. Washington juga berusaha membuka kembali transit pupuk potasium melewati Pelabuhan Riga di Latvia untuk mempersingkat waktu tempuh dibanding lewat Rusia.
Sementara itu, Lithuania akan menduduki presidensi UE pada 2027. Secara teori, Lithuania dapat memveto sanksi tersebut yang berakhir pada Februari 2027. Namun, Lithuania dikenal sebagai salah satu pendukung utama Ukraina.
2. AS berusaha mengurangi ketergantungan impor potasium dari Kanada

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova) Beberapa tahun terakhir, sanksi Barat ke Rusia dan Belarus telah menyebabkan lonjakan harga pupuk potasium di dunia. Sementara, AS saat ini bergantung pada impor potasium hingga 80 persen dari Kanada.
Negosiasi AS dan Belarus yang berjalan baik membuka kembali keran dagang kedua negara. Langkah ini juga ditanggapi positif AS untuk mengurangi ketergantungan impor dari Kanada di tengah perang dagang.
Dilansir Politico, sanksi AS dan UE ke Belarus telah berdampak besar kepada Belarus karena 90 persen ekspornya melalui Klaipeda, Lithuania. Alhasil, negara Eropa Timur itu harus mengalihkan rute ekspor potasiumnya.
3. AS desak negara-negara Baltik setop tuduh Rusia sebagai ancaman

suasana di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Belarus (Barry432, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Pada hari yang sama, Pentagon mendesak negara-negara Baltik, meliputi Lithuania, Latvia, dan Estonia untuk menurunkan tensi dengan Rusia. Washington juga meminta agar ketiga negara tersebut menahan tuduhan ancaman yang berasal dari Moskow.
Perumus Kebijakan Pentagon, Elbridge Colby mengatakan kepada salah satu pejabat asal negara Baltik bahwa Rusia sebaiknya tidak diprovokasi. Menurut pandangannya, Rusia saat ini seperti halnya tikus yang terpojok imbas minimnya progres invasi di Ukraina.






















