Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Serangan Bom Rusia Hantam 2 Bus di Ukraina, 30 Warga Tewas
ilustrasi pengungsi Ukraina (unsplash.com/Kevin Bückert)
  • Dua bus penumpang di Kramatorsk, Ukraina timur, hancur akibat serangan bom luncur pada 8 Oktober 2026, menewaskan sedikitnya 30 warga sipil.

  • Pemerintah daerah menghentikan seluruh transportasi umum di Kramatorsk dan Sloviansk setelah keamanan memburuk, di tengah meningkatnya pertempuran dekat garis depan Lyman.

  • Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil, meminta pertanggungjawaban internasional, serta mendesak tekanan diplomatik dan bantuan pertahanan udara modern.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dua bus penumpang hancur akibat ledakan bom di kota garis depan Kramatorsk, Ukraina timur, pada Kamis (8/10/2026). Pemerintah Ukraina menuduh militer Rusia sengaja menargetkan warga sipil dalam peristiwa mematikan tersebut.

Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa paling berdarah bagi warga setempat dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus memperbesar kekhawatiran atas memburuknya krisis kemanusiaan di wilayah Donbas.

1. Serangan bom luncur hancurkan bus penumpang dan tewaskan puluhan warga

ilustrasi ledakan (pexels..com/Edu Raw)

Aparat kepolisian mengidentifikasi penggunaan bom luncur berdaya ledak tinggi dalam penyerangan tersebut. Ledakan keras itu langsung menghancurkan dua bus hingga hanya menyisakan kerangka logam yang hangus di tengah jalan raya.

Sedikitnya 30 orang tewas di lokasi kejadian, dengan jenazah dan puing kendaraan berserakan. Pemerintah setempat mengecam keras serangan brutal yang menghantam area publik tanpa target militer tersebut.

"Rusia sengaja mengincar warga sipil dan melanggar semua aturan perang," kata Gubernur Wilayah Donetsk, Vadym Filashkin, dilansir Hindustan Times.

2. Penghentian transportasi umum demi keselamatan warga

Ilustrasi ibu kota Ukraina, Kiev (unsplash.com/Nikola Markelov)

Merespons musibah ini, pemerintah daerah langsung membatasi pergerakan warga. Pemerintah setempat resmi menghentikan seluruh layanan transportasi umum di Kramatorsk dan kota tetangga, Sloviansk, demi melindungi keselamatan masyarakat. Penghentian angkutan umum ini diputuskan menyusul situasi keamanan yang memburuk drastis di sekitar garis depan.

"Keselamatan warga Kramatorsk dan Sloviansk saat ini adalah prioritas utama kami," kata Filashkin.

Kramatorsk selama ini berfungsi sebagai pusat pasokan penting bagi militer Ukraina di wilayah timur. Ancaman terhadap kota ini pun makin tinggi seiring makin sengitnya pertempuran di garis depan Lyman sebelah utara.

3. Reaksi keras Ukraina terhadap serangan berdarah di Donbas

Suasana di sekitar wilayah Donbas, Ukraina. (Pixabay.com/igorkonovchenko)

Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa serangan mematikan ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Kantor kepresidenan di Kiev juga memperingatkan bahwa jumlah korban tewas bisa terus bertambah karena banyak korban yang mengalami luka parah.

Pemerintah Ukraina menuntut pertanggungjawaban nyata dari komunitas internasional atas serangan ini.

"Rusia berupaya menghancurkan semua kehidupan di Donbas, dan dunia harus segera bertindak," tegas Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Ukraina juga mendesak keras Amerika Serikat untuk menekan Moskow lewat jalur diplomasi. Selain itu, bantuan sistem pertahanan udara modern dinilai sangat penting untuk menghalau ancaman bom luncur sekaligus membuka jalan menuju perundingan damai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article