Swiss Sebut Kekerasan Pemukim Israel di Tepi Barat Tak Ditoleransi

- Swiss mengecam serangan sekitar 100 pemukim ilegal Israel ke desa Jalud dan mendesak Israel melindungi warga sipil Palestina serta mengadili pelaku.
- Pada 29 September 2026, serangan di Jalud, Qaryut, dan Al-Mughayyir meliputi pembakaran, pengusiran keluarga Al-Tubasi, penganiayaan lansia, serta serangan terhadap rumah dan properti.
- PBB memperingatkan lonjakan teror pemukim pada Juni 2026; data Palestina mencatat 628 serangan sepanjang Agustus serta 750.000 pemukim ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Swiss mengecam serangan sekitar 100 pemukim ilegal Israel terhadap desa Jalud di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa tingkat kekerasan pemukim yang belum pernah terjadi sebelumnya tersebut tidak dapat ditoleransi.
Pernyataan itu diunggah otoritas Swiss melalui media sosial X pada Rabu (30/9/2026). Swiss mendesak pihak Israel untuk melindungi warga sipil Palestina dan mengadili mereka yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.
1. Kecaman Swiss dan desakan proses hukum bagi pelaku
Permukiman Israel Nili di Tepi Barat (מיכאלי, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons) Kementerian Luar Negeri Swiss menyampaikan sikap resmi mereka atas insiden di wilayah pendudukan Tepi Barat. Melalui unggahan di media sosial X, otoritas Swiss menyatakan, "Swiss mengecam serangan kemarin terhadap desa Jalud oleh sekitar 100 pemukim." Mereka menegaskan bahwa "tingkat kekerasan pemukim yang belum pernah terjadi sebelumnya tidak dapat ditoleransi."
Otoritas Swiss juga menuntut pertanggungjawaban hukum dari pihak Israel. Dilansir Anadolu, kementerian tersebut menegaskan, "Israel harus melindungi warga sipil Palestina dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan." Sikap resmi ini dikeluarkan setelah aksi penyerangan pemukim melanda kawasan permukiman warga Palestina.
2. Serangan pemukim ilegal di tiga desa Tepi Barat

Pemukim Israel bertopeng serang warga Palestina di Desa Qawawis, 26 Agustus 2025. (Mediterranea Saving Humans, CC0, via Wikimedia Commons) Dilansir TRT World, para pemukim ilegal Israel menyerang tiga desa di Tepi Barat pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Rangkaian serangan di tiga desa itu mencakup pembakaran rumah dan kendaraan, pengusiran satu keluarga, serta penganiayaan seorang perempuan lanjut usia. Di Jalud, selatan Nablus, keluarga Al-Tubasi yang baru pulang berdasarkan perintah pengadilan Israel setelah hampir dua bulan mengungsi diserang pemukim beberapa menit setelah tiba, lalu dipaksa tentara untuk pergi kembali.
Aksi penyerangan oleh pemukim ilegal juga terjadi di dua desa lainnya di Tepi Barat. Di Qaryut, sebelah selatan Nablus, para pemukim menganiaya seorang perempuan lanjut usia Palestina setelah menerobos masuk ke rumahnya. Sementara itu, di Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, pemukim menyerang rumah dan properti warga saat pasukan militer Israel menyerbu desa tersebut dan menahan seorang pemuda.
3. Data kekerasan dan permukiman ilegal di wilayah pendudukan

Permukiman Israel Ma'ale Amos di Tepi Barat (Eliyau1234, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Pada Juni 2026, sebanyak 14 pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan lonjakan tajam teror pemukim dengan dukungan dan keterlibatan negara. Para pelapor khusus PBB menilai kondisi tersebut menimbulkan ancaman eksistensial bagi komunitas Palestina. Sementara itu, data Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat pemukim melakukan 628 serangan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, sepanjang Agustus 2026.
Data resmi Palestina memperkirakan sekitar 750.000 pemukim ilegal Israel mendiami Tepi Barat dan Yerusalem Timur dalam 194 permukiman ilegal serta 400 pos terdepan. Sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023, pasukan dan pemukim Israel mengintensifkan serangan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Berdasarkan data Palestina, serangan-serangan tersebut telah menewaskan 1.206 warga Palestina, melukai 13.350 orang, dan menyebabkan lebih dari 24.600 orang ditahan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















