Jakarta, IDN Times - Pemerintah Thailand memperketat aturan kepemilikan senjata api bagi warga sipil setelah penembakan massal yang menewaskan sembilan orang, termasuk pelaku. Kebijakan tersebut ditetapkan pada Selasa (11/8/2026) untuk memperkuat keamanan di ruang publik.
Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, memerintahkan penghentian sementara penerbitan dan perpanjangan izin pembelian senjata api. Pemerintah juga menyiapkan aturan baru untuk memperketat pengawasan kepemilikan, peredaran, dan penggunaan senjata api.
