Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Ancam Akan Tangani Kuba saat Militernya Kembali dari Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menyatakan AS akan menangani Kuba setelah perang Iran dan mendorong Havana segera mengubah pemerintahannya, dengan Marco Rubio ditugaskan menyelesaikan perjanjian.
  • Marco Rubio mendesak Kuba mengubah sistem politik, menerapkan kapitalisasi, dan bekerja sama dengan CIA; laporan menyebut CIA merekrut agen serta menjalankan kampanye untuk menekan elite Kuba.
  • Pemerintah Kuba menilai seruan kerja sama dengan CIA mencerminkan keputusasaan AS, sementara Menteri Luar Negeri Bruno Rodriguez menolak ancaman Trump terhadap pulau tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mengatasi masalah dengan Kuba setelah perang Iran. Ia pun mendorong Kuba untuk bertindak sesegera mungkin untuk mengubah pemerintahannya. 

“Kami akan menangani Kuba saat kembali dari Iran. Ini adalah persinggahan singkat kami saat armada kapal militer AS kembali dari Timur Tengah,” tuturnya, dikutip dari USA Today, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, Kuba harus segera dihentikan karena hanya lokasinya sangat dekat dengan AS. Ia akan mengirimkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio untuk menyelesaikan perjanjian dengan Kuba. 

1. Rubio desak Kuba bekerja sama dengan CIA

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Pada hari yang sama, Rubio mendesak Kuba segera mengubah sistem politiknya ke arah positif. Ia menilai bahwa ini adalah momen yang tepat untuk Kuba segera berbenah dan menerapkan kapitalisasi seperti yang direncanakan Trump. 

Dilansir The Guardian, Menlu AS keturunan Kuba itu mengaku bahwa Kuba telah gagal dalam janjinya yang akhirnya hanya menguntungkan orang yang berprivilese. Menurutnya, Kuba harus mengambil kesempatan untuk berbenah dan bekerja sama dengan CIA. 

2. Trump dorong kerja sama AS dan Kuba

ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

Pernyataan Trump dan Rubio ini mengenai ancaman intervensi militer di Kuba untuk mendesak perjanjian antara AS dan Kuba bukan kali pertama. Sebulan lalu, Trump mengatakan bahwa Kuba akan jatuh sesegera mungkin dan mendesak perjanjian baru antara kedua negara. 

Dilansir The Latin Times, berdasarkan laporan dari The New York Times, CIA sudah merekrut agen intelijen khusus dan mengadakan kampanye di Kuba. Langkah ini dilakukan untuk memperlebar perpecahan antara elite politik Kuba dan menekan pemimpin Kuba agar menuruti permintaan Trump. 

3. Kuba sebut AS putus asa untuk mengubah negaranya

ilustrasi bendera Kuba (unsplash.com/limamauro23)

Menanggapi pernyataan Rubio, Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Kuba, Carlos Fernandez mengatakan bahwa AS putus asa setelah menyuruh Kuba bekerja sama dengan CIA. Menurutnya, rekrutmen anggota baru ini menunjukkan adanya keputusasaan di dalam CIA. 

Tak hanya itu, dilansir Le Monde, Menlu Kuba, Bruno Rodriguez menolak ancaman Trump ke negaranya. Ia menekankan bahwa pantai di Kuba memang indah, tapi akan dipenuhi duri bagi siapapun yang memiliki niatan buruk dan menguasai pulau Karibia tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article