Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berkunjung di Florida pada 8 September 2020. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
Sebelumnya, Trump dikabarkan telah mengurungkan niatnya untuk meningkatkan serangan terhadap Iran. Menurut seorang pejabat AS anonim, keputusan ini diambil karena Washington sudah kehabisan stok rudal untuk menangkal serangan balasan dari Iran. Akibat hal ini, Trump akhirnya memutuskan untuk menghentikan serangan terhadap Teheran pada Jumat (24/7/2026).
Menurut Direktur Bidang Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, Trump kini lebih memilih melanjutkan negosiasi dengan Iran. Sebab, menurutnya, cara tersebut akan lebih efektif untuk menyudahi ketegangan dengan Iran dibanding terus melakukan agresi militer. Terlebih, negosiasi lanjutan antara Washington dan Teheran juga sudah lama tertunda karena kedua negara kembali berperang pada 11 Juli lalu.
“(Donald) Trump konsisten dalam mengatakan bahwa ia lebih menyukai solusi diplomatik. Namun, ia tetap mempertimbangkan semua opsi jika Iran terus melakukan aktivitas teroris di Selat Hormuz atau terhadap sekutu. Namun, akan lebih bijaksana bagi Iran untuk berupaya mencapai kesepakatan melalui negosiasi. Jika tidak, mereka tahu apa yang akan terjadi,” jelas Cheung dilansir Jerusalem Post.