Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (15/6/2026) mengatakan Iran telah menyetujui komitmen untuk tak memiliki senjata nuklir. Pernyataan itu muncul setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman sementara untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari 100 hari.
Dokumen tersebut disusun sebagai dasar pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan pelonggaran sanksi. Dalam skema yang dibahas, Iran berpeluang memperoleh pelepasan aset yang dibekukan, pelonggaran sanksi ekonomi, serta dukungan rekonstruksi hingga 300 miliar dolar AS (setara Rp5,3 kuadriliun) untuk investasi di negara tersebut. Seluruh manfaat itu bergantung pada pemenuhan tolok ukur yang ditetapkan bagi Teheran.
