Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump: Lewat BOP, Hamas Dilucuti Senjata dan Israel Keluar Gaza
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato dalam pertemuan perdana “Board of Peace” di US Institute of Peace, Washington, DC, 19 Februari 2026. (Foto: AFP/Saul Loeb).
  • Donald Trump menyatakan Board of Peace mencapai kesepakatan pelucutan senjata Hamas dan kelompok bersenjata Gaza; Israel akan menarik pasukan setelah proses itu selesai.
  • AS mengaku Hamas menerima rancangan kesepakatan melalui mediator Mesir, tetapi Hamas menegaskan pelucutan senjata bergantung pada pemenuhan kewajiban Israel, penarikan pasukan, dan rekonstruksi Gaza.
  • Jihad Islam Palestina membantah adanya kesepakatan, sementara perwakilan Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov menyebut kesepakatan pelucutan senjata dan transisi pemerintahan sipil telah dicapai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan telah tercapai kesepakatan yang disebutnya sebagai langkah bersejarah untuk melucuti senjata Hamas dan seluruh kelompok bersenjata di Jalur Gaza. Menurut Trump, penarikan pasukan Israel akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata tersebut selesai.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui media sosialnya. Ia menyebut kesepakatan tersebut dicapai oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) dan menjadi tonggak penting menuju pemerintahan baru Palestina di Gaza.

Namun, klaim tersebut belum sepenuhnya diterima seluruh pihak. Gerakan Jihad Islam Palestina membantah pemberitaan mengenai adanya kesepakatan, sementara Hamas menegaskan tidak akan mengambil langkah pelucutan senjata sebelum Israel memenuhi seluruh kewajibannya dalam setiap kesepakatan.

Perbedaan pernyataan dari berbagai pihak menunjukkan proses menuju penyelesaian konflik di Gaza masih menghadapi tantangan, meski Amerika Serikat menyatakan telah terjadi kemajuan dalam perundingan.

1. Trump sebut Israel akan tarik pasukan

Sesi Board of Peace, di World Economic Forum (WEF) 2026, dibuka oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (IDN Times/Uni Lubis)

Dalam unggahannya, Trump mengatakan Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata secara menyeluruh oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza.

Board of Peace hari ini mencapai kesepakatan bersejarah mengenai pelucutan senjata sepenuhnya oleh Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza,” kata Trump, dikutip dari Anadolu, Jumat (31/7/2026).

Ia juga menyatakan pasukan Israel akan ditarik setelah proses pelucutan senjata selesai.

“Seiring selesainya proses pelucutan senjata, pasukan Israel akan ditarik, sementara Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja bersama kepolisian Palestina yang baru untuk memastikan Gaza aman bagi penduduknya maupun negara-negara tetangganya,” ujarnya.

Trump turut menyampaikan apresiasi kepada Turki, Qatar, dan Mesir yang berperan sebagai mediator dalam proses tersebut.

“Kita telah mencapai kemajuan bersejarah, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” katanya.

2. AS optimistis meski Hamas tetap pasang syarat

potret Hamas (farnews.ir/Hadi Mohammad via commons.wikimedia.org/Hadi Mohammad)

Seorang pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada The Washington Post, jika Hamas telah menerima rancangan kesepakatan melalui mediator Mesir.

Menurut pejabat tersebut, rancangan itu pada dasarnya mengacu pada rencana 20 poin yang sebelumnya telah disetujui Israel.

“Kami tidak meminta apa pun dari Israel selain mematuhi rencana 20 poin yang sebelumnya telah mereka setujui. Karena itu kami sangat yakin mereka akan tetap berpegang pada rencana tersebut. Jika tidak, tentu Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa,” katanya.

Meski demikian, pejabat tersebut mengakui proses menuju implementasi kesepakatan tidak akan mudah.

“Kami akan berusaha melakukan sesuatu yang tampaknya sangat mustahil,” ujarnya.

Sementara itu, anggota delegasi perunding Hamas, Ghazi Hamad, menegaskan pelucutan senjata bukan langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Selama pasukan pendudukan (Israel) belum sepenuhnya memenuhi kewajibannya dalam kesepakatan, kami tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata perlawanan (Hamas),” kata Hamad kepada Al Jazeera.

Ia menambahkan persoalan pelucutan senjata tidak dapat dipisahkan dari isu penarikan pasukan Israel dan rekonstruksi Jalur Gaza.

3. Jihad Islam bantah adanya kesepakatan

ilustrasi kondisi Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Di tengah klaim Amerika Serikat, Gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan informasi mengenai tercapainya kesepakatan antara kelompok-kelompok Palestina dan Israel tidak benar.

“Informasi yang beredar di media mengenai tercapainya kesepakatan antara kelompok-kelompok Palestina dan musuh (Israel) tidak benar. Dalam bentuknya saat ini, kami menyatakan keberatan terhadap informasi tersebut,” demikian pernyataan Jihad Islam.

Sementara itu, Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Gaza Nickolay Mladenov justru menyatakan telah tercapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata dan transisi menuju pemerintahan sipil di Gaza.

“Hari ini tercapai kesepakatan mengenai pelucutan senjata di Gaza dan transisi sipil. Untuk mencapai titik ini dibutuhkan negosiasi yang sangat sulit selama berbulan-bulan. Ada beberapa saat ketika saya merasa kami tidak akan berhasil. Apa yang terjadi setelah ini bahkan lebih penting,” tulis Mladenov melalui akun X.

Ia menambahkan penarikan pasukan Israel harus berjalan beriringan dengan proses pelucutan senjata. Menurutnya, rakyat Palestina membutuhkan dukungan politik maupun praktis untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

“Di hadapan kita terbentang peluang untuk membangun kembali Gaza yang dikelola oleh rakyat Palestina, hidup berdampingan secara damai dengan Israel, serta membuka jalan menuju penyelesaian yang bermakna atas konflik Israel-Palestina. Itulah pekerjaan yang harus dilakukan sekarang,” ujar Mladenov.

Curated For You

Editorial Team

Related Article