Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Minggu (25/10/2026), menyebut Libya sebagai negara antah berantah dan menjadi jalur utama migrasi ilegal. Usai hinaan tersebut, tak lama, Trump mendorong penguatan kerja sama antara AS dan Libya.
Meskipun demikian, presiden sayap kanan AS itu juga mendorong persatuan di Libya dan konsolidasi institusinya. Ia pun mengharapkan transisi pemerintahan di Libya yang mengarah pada pemilihan umum (pemilu).
