Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Venezuela Umumkan Keluar dari ICC karena Dipandang Tidak Adil
ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)
  • Venezuela mengumumkan rencana keluar dari ICC pada 24 Juli 2026, dengan alasan lembaga tersebut dianggap berat sebelah dan tidak memberikan keadilan setara.
  • Menlu Felix Plasencia Gonzalez menilai ICC terlalu berfokus menginvestigasi negara Amerika Latin dan Afrika, serta mengganggu kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri.
  • ICC menyatakan pengunduran diri Venezuela memerlukan waktu satu tahun; lembaga itu sebelumnya membuka investigasi dugaan kejahatan kemanusiaan sejak 2017 dan menutup kantor Caracas pada 2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Venezuela mengumumkan rencana keluar dari Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) pada Jumat (24/7/2026). Rencana ini menyusul tudingan ICC cenderung berat sebelah dan tidak menunjukkan keadilan. 

Rencana Venezuela ini mengikuti langkah dari negara-negara Afrika Barat, seperti Mali, Niger, dan Burkina Faso. Ketiga negara pimpinan junta militer itu memilih keluar karena menganggap ICC hanya sebagai alat neokolonialisme. 

1. Sebut ICC hanya menginvestigasi negara-negara Amerika Latin dan Afrika

bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)

Menteri Luar Negeri (Menlu) Venezuela, Felix Plasencia Gonzalez mengatakan bahwa ICC tidak bertindak adil. Menurutnya, ICC hanya mengkonsentrasikan pekerjaannya pada negara-negara Amerika Latin dan Afrika. 

“Sikap dari pengadilan itu membuktikan keadilan internasional masih jauh dari setara. Fokus dari ICC menunjukkan adanya ketidakadilan antarwarga dan menghalangi hak menentukan nasib sendiri dan kedaulatan negara,” tuturnya, dikutip dari Democrata

Plasencia menyebut, ketidakadilan ini bukan hanya soal prosedural tapi juga mekanisme kepentingan hukum asing. ICC diduga bertindak dengan dalih melindung di bawah Pasal 127 Statuta Roma. 

2. ICC ingatkan Venezuela harus ikuti aturan selama 1 tahun

ilustrasi bendera Venezuela (commons.wikimedia.org/Aerra Carnicom)

Menanggapi hal ini, ICC menyayangkan keputusan Venezuela untuk menarik diri dari keanggotaan. Namun, ICC memperingatkan bahwa proses pengunduran ini tidak dapat berjalan instan dan hanya dapat berjalan selama 1 tahun. 

Dilansir EFE, rencana ini menandai kelanjutan tensi antara Venezuela dan ICC dalam setahun terakhir. Pada Desember, Presiden Parlemen Venezuela, Jorge Rodriguez menyebut bahwa ICC tidak berguna dan hanya memenuhi agenda negara lain. 

3. ICC menuduh Venezuela melakukan kejahatan kemanusiaan

Bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)

Pada 2020, ICC mengatakan terdapat dasar yang jelas bahwa personel militer dan individu pro-pemerintah Venezuela melakukan kejahatan kemanusiaan sejak 2017. Setahun kemudian, ICC sudah membuka investigasi resmi ke Venezuela. 

Dilansir Internazionale, ICC sudah menutup kantor di Caracas karena tidak menuding pemerintah Venezuela tidak mau diajak kerja sama pada 2025. Di bawah kepemimpinan Presiden Delcy Rodriguez yang dekat dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pandangan Venezuela ke ICC juga tidak berubah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article