Jakarta, IDN Times - Pemerintah Yaman menuduh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan milisi asal Lebanon, Hizbullah, telah membantu Houthi untuk menyerang wilayahnya. Sebab, Sanaa menilai IRGC dan Hizbullah telah mengirim 21 ahli untuk membantu Houthi merencanakan serangan militer terhadap mereka.
Menteri Dalam Negeri Yaman, Ibrahim Haidan, mengatakan, IRGC mengirim 14 ahli, sedangkan Hizbullah mengirim 7 ahli ke Houthi. Semua ahli tersebut ikut membantu Houthi dalam merencanakan serangan sekaligus menentukan target vital di Yaman yang cocok untuk dijadikan sasaran. Inilah yang menjadi alasan mengapa Houthi bisa menyerang sejumlah lokasi strategis di Yaman, seperti Istana Maashiq, istana kepresidenan Yaman.