Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yordania Serang Suriah usai Penembakan Gereja, 8 Orang Tewas
Ilustrasi pesawat tempur. (unsplash.com/ Terence Burke)
  • Yordania melancarkan serangan udara ke empat titik di Daraa dan Suweyda, Suriah, sebagai balasan atas penembakan pemakaman gereja di Karak.
  • Suriah melaporkan delapan warga sipil tewas akibat gempuran, membantah adanya koordinasi, serta menutup perlintasan Nassib yang menghubungkan kedua negara.
  • Aparat Yordania menangkap tiga warga negaranya setelah baku tembak; mereka diduga terlibat penembakan gereja yang menewaskan sembilan pelayat dan melukai puluhan orang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Angkatan Udara Yordania melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di wilayah selatan Suriah pada Senin (26/10/2026) malam. Operasi militer ini merupakan balasan atas penembakan pada upacara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani Saint George, Desa Hammoud, Provinsi Karak, Yordania Selatan, pada Jumat (23/10/2026). Militer Yordania menyatakan jet tempur mereka menyasar tempat persembunyian kelompok teroris yang terkait dengan pelaku penembakan gereja tersebut.

Serangan ini memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara bertetangga itu. Pemerintah Suriah melaporkan gempuran Yordania menewaskan delapan warga sipil di Provinsi Daraa dan Suweyda, termasuk perempuan, tiga anak-anak, serta lansia. Damaskus juga menutup perlintasan perbatasan utama kedua negara pada Selasa akibat memburuknya situasi keamanan di lapangan.

1. Yordania serang empat titik di Suriah

Sudut kota Daraa, Suriah. (unsplash.com/Mahmoud Sulaiman)

Angkatan Bersenjata Yordania mengklaim operasi udara mereka berhasil menghancurkan sejumlah bangunan, persembunyian, dan kendaraan milik kelompok militan di Suriah tenggara. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan dan melukai banyak anggota kelompok teroris. Namun, militer Yordania tidak merinci nama organisasi yang disasar maupun lokasi pasti gempuran itu.

Di sisi lain, Pertahanan Sipil Suriah melaporkan sedikitnya empat titik di pedesaan Provinsi Daraa dan Suweyda terkena hantaman rudal pada Senin malam. Serangan pertama menghantam sebuah tenda di Desa Al-Tai, Provinsi Daraa, hingga menewaskan lima anggota keluarga yang terdiri dari seorang pria, seorang perempuan, dan tiga anak-anak. Tiga anggota keluarga lainnya di lokasi tersebut juga mengalami luka-luka.

Gempuran kedua di wilayah Al-Shayyah, Daraa, menewaskan seorang pria berusia 80 tahun, sedangkan serangan ketiga merusak bangunan warga di Muzayrib tanpa menimbulkan korban jiwa. Serangan keempat menghantam bangunan tempat tinggal di Kota Shahba, Provinsi Suweyda, dan menewaskan seorang pria berusia 60 tahun.

2. Suriah bantah ada koordinasi dengan Yordania

tentara Suriah menjaga pos keamanan (U.S. Army photo by Staff Sgt. Fred Brown, Public domain, via Wikimedia Commons)

Militer Yordania mengklaim serangan tersebut telah dikoordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah di Damaskus. Namun, Pemerintah Suriah membantah klaim tersebut dan menegaskan operasi militer Yordania dilakukan tanpa pemberitahuan atau koordinasi sebelumnya. Kementerian Luar Negeri Suriah telah menyampaikan keberatan kepada Amman dan mulai menyelidiki insiden tersebut.

"Kami menyampaikan keberatan atas pelaksanaan operasi militer di dalam wilayah Suriah tanpa koordinasi sebelumnya. Komunikasi dan koordinasi sedang berlangsung dengan Yordania untuk mengatasi dampak insiden ini demi menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah Suriah," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah, dilansir The New Arab.

Sebagai langkah lanjutan, Otoritas Umum Pelabuhan dan Bea Cukai Suriah menutup perlintasan perbatasan Nassib pada Selasa. Seluruh lalu lintas penumpang dan perdagangan dari kedua arah dihentikan sementara demi melindungi keselamatan pelintas serta petugas di lapangan. Nassib merupakan satu-satunya jalur perlintasan resmi untuk warga dan barang komersial yang menghubungkan Yordania dengan Suriah.

3. Yordania tangkap tiga tersangka penembakan gereja di Karak

Raja Yordania, Abdullah II (CC-BY-4.0:© European Union 2019 – Source: EP, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Beberapa jam sebelum melancarkan serangan ke Suriah, aparat keamanan Yordania menangkap tiga tersangka pelaku penembakan gereja Karak pada Senin pagi. Penangkapan tersebut berlangsung di Desa Al-Jadeeda setelah terjadi baku tembak selama tiga jam di sebuah rumah kosong tempat para pelaku bersembunyi. Aparat turut menyita sejumlah senjata api dan amunisi dalam jumlah besar dari lokasi penyergapan.

Direktur Keamanan Publik Yordania, Mayor Jenderal Obaidallah Al-Maaytah, mengidentifikasi ketiga tersangka sebagai warga negara Yordania. Mereka adalah kakak beradik Hazzah Zaidan Mohammad dan Mishal Zaidan Mohammad, serta saudara ipar mereka, Ahmad Sami Hussein. Ketiga pelaku mengalami luka-luka dalam baku tembak tersebut dan satu di antaranya berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Al-Maaytah menyebut para pelaku menganut paham ekstremis takfiri. Ia juga sempat menyatakan para pelaku bergerak sendiri tanpa terikat langsung dengan organisasi teroris mana pun. Penembakan gereja yang menewaskan sembilan pelayat dan melukai puluhan orang ini memicu kemarahan Raja Yordania, Abdullah II, yang sebelumnya mengunjungi para korban di rumah sakit.

"Kami telah bersumpah para teroris tidak akan lolos dari hukuman, dan para pendukung ideologi gelap yang memecah belah rakyat Yordania tidak akan ditoleransi," tegas Raja Abdullah II, dikutip dari The Guardian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article