Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy . (x.com/ZelenskyyUa)
Analisis Ukraina menunjukkan rencana jangka panjang Rusia dan Korea Utara yang berpotensi melibatkan hingga 50 ribu prajurit. Menghadapi ancaman ini, Ukraina mendesak negara-negara mitra untuk mempercepat pasokan sistem pertahanan udara.
Fokus diplomasi Ukraina kini mengarah ke Korea Selatan agar bersedia menyuplai sistem penangkal serangan udara. Peralatan ini dinilai amat mendesak guna melindungi infrastruktur sipil dari gempuran rudal.
Namun, upaya diplomasi ini terhalang regulasi domestik Seoul yang melarang ekspor senjata mematikan ke wilayah konflik. Hingga kini, Korea Selatan hanya memberikan bantuan kemanusiaan serta peralatan non-tempur senilai 100 juta dolar AS (Rp1,79 triliun).
"Kami tahu konstitusi mereka membatasi hal ini, tetapi kami sangat menginginkan dan mengandalkan kerja sama pertahanan tersebut," harap Zelenskyy.