Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Zelenskyy: 8 Ribu Tentara Korut Ada di Rusia, 10 Ribu Lagi Menyusul
Ilustrasi tentara (Unsplash.com/Filip Andrejevic)
  • Zelenskyy menyatakan lebih dari 8.000 tentara Korea Utara berada di Rusia, sementara 10.000 personel tambahan sedang dipersiapkan untuk dikirim.
  • Intelijen Ukraina melaporkan prajurit Korea Utara menjalani seleksi dan pelatihan taktis, di tengah kerja sama Rusia-Korea Utara yang mencakup alih teknologi persenjataan.
  • Ukraina menilai pengerahan pasukan dapat mencapai 50.000 personel dan mendesak percepatan bantuan pertahanan udara, termasuk dari Korea Selatan yang dibatasi regulasi ekspor senjata mematikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Ukraina mengungkap keterlibatan ribuan tentara Korea Utara dalam perang melawan Rusia. Kehadiran pasukan asing ini menandai eskalasi baru yang kian memperkeruh situasi di kawasan tersebut.

Pengamat militer menilai pergerakan ini berpotensi merusak stabilitas geopolitik regional secara luas. Perkembangan tersebut memaksa negara-negara sekutu untuk mengkaji ulang peta kekuatan keamanan internasional.

1. Ada 8 ribu tentara Korea Utara siaga di perbatasan barat Rusia

Stasiun Khasan di perbatasan Rusia-Korea Utara (Романвер, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Intelijen Ukraina mengonfirmasi ribuan personel tempur asal Korea Utara telah memasuki wilayah kedaulatan Rusia. Jumlah pasukan tersebut dilaporkan terus bertambah dan telah melampaui perkiraan awal.

"Saat ini ada lebih dari 8 ribu tentara Korea Utara di Rusia, dan mereka sedang menyiapkan 10 ribu tentara tambahan," ungkap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, dilansir NDTV.

Lembaga pengawas militer memantau ketat pergerakan ini yang diyakini bertugas mempertebal lini pertahanan di perbatasan barat Rusia. Penambahan pasukan secara masif ini mengindikasikan makin solidnya kerja sama militer kedua negara.

2. Pelatihan taktis prajurit dan transfer teknologi senjata

potret pasukan militer Korea Utara (unsplash.com/Mike Bravo)

Intelijen Ukraina menemukan bahwa pasukan tambahan dari Korea Utara dikirim melalui proses seleksi ketat dengan mengutamakan kesiapan fisik dan kedisiplinan tinggi. Sebelum diberangkatkan, para prajurit wajib mengikuti pembekalan taktis terpusat guna menyelaraskan operasi dengan militer lokal.

Kerja sama kedua negara ini juga mencakup kesepakatan alih teknologi persenjataan modern. Pengalaman di medan tempur dikhawatirkan bakal memperbarui taktik tempur tentara Korea Utara yang berisiko mengancam keamanan global di masa depan.

3. Potensi pengerahan 50 ribu prajurit

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy . (x.com/ZelenskyyUa)

Analisis Ukraina menunjukkan rencana jangka panjang Rusia dan Korea Utara yang berpotensi melibatkan hingga 50 ribu prajurit. Menghadapi ancaman ini, Ukraina mendesak negara-negara mitra untuk mempercepat pasokan sistem pertahanan udara.

Fokus diplomasi Ukraina kini mengarah ke Korea Selatan agar bersedia menyuplai sistem penangkal serangan udara. Peralatan ini dinilai amat mendesak guna melindungi infrastruktur sipil dari gempuran rudal.

Namun, upaya diplomasi ini terhalang regulasi domestik Seoul yang melarang ekspor senjata mematikan ke wilayah konflik. Hingga kini, Korea Selatan hanya memberikan bantuan kemanusiaan serta peralatan non-tempur senilai 100 juta dolar AS (Rp1,79 triliun).

"Kami tahu konstitusi mereka membatasi hal ini, tetapi kami sangat menginginkan dan mengandalkan kerja sama pertahanan tersebut," harap Zelenskyy.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article