ilustrasi dandan (pexels.com/MART PRODUCTION)
Menikah tidak membuat perempuan lepas dari tuntutan untuk terlihat menarik. Justru setelah menjadi istri, penampilan perempuan masih kerap dianggap perlu dijaga, mulai dari berat badan, pakaian, rambut, sampai kondisi tubuh setelah melahirkan. Komentar soal tubuh istri juga lebih mudah dianggap wajar, termasuk ketika datang dari keluarga atau orang lain di sekitarnya. Laki-laki biasanya tidak mendapat perlakuan serupa ketika perut bertambah, rambut menipis, atau tubuh berubah setelah memiliki anak.
Hal ini berkaitan dengan cara masyarakat membentuk gambaran tentang istri dan suami. Perempuan masih sering dianggap perlu menjaga kecantikan sebagai bagian dari perannya sebagai istri, sedangkan laki-laki lebih banyak dinilai dari pekerjaan, penghasilan, dan tanggung jawabnya terhadap keluarga. Akibatnya, perempuan harus memenuhi tuntutan sebagai pasangan sekaligus tetap menjaga penampilan sesuai standar yang berlaku, sementara laki-laki dapat menjalani perubahan fisik setelah menikah tanpa mendapat tuntutan yang sama. Di titik ini, laki-laki kembali mendapat keuntungan karena standar yang dikenakan kepadanya sebagai suami tidak seberat standar yang dikenakan kepada perempuan sebagai istri.
Laki-laki lebih sering diuntungkan dalam pernikahan, padahal ikatan tersebut seharusnya menjadi tempat suami dan istri sama-sama punya hak, kewajiban, dan suara dalam menentukan kehidupan bersama. Masalahnya, kebiasaan yang sudah lama dianggap lumrah membuat peran laki-laki dan perempuan tidak selalu dibentuk dengan ukuran yang sama. Karena itu, pembagian peran dalam rumah tangga perlu dilihat kembali, terutama ketika satu pihak terus mendapat lebih banyak keuntungan sementara pihak lain harus menanggung lebih banyak kewajiban.
Referensi
"Why Does Marriage Seem to Benefit Men More Than Women?" Psychology Today. Diakses pada Agustus 2026.
"Marriage Benefits Men's Life Expectancy More Than Women's" Forbes. Diakses pada Agustus 2026.
"Unmasking the Patriarchy: Its Origins, Impact, and the Path to Equality" PMC. Diakses pada Agustus 2026.