Setiap orang punya kebahagiannya masing-masing. Ada yang punya uang bergunung-gunung, dia baru bahagia. Ada yang punya waktu luang, dia baru bahagia. Akan tetapi, untuk penulis sendiri, tiba-tiba mendapatkan notifikasi dari IDN bahwa artikel terbit adalah sebuah kebahagiaan, yang bisa dibilang, luar biasa.
Mungkin, teman-teman bertanya, emangnya sespesial apa sih notifikasi artikel terbit dari IDN? Untuk jawaban simpelnya, penat terbayarkan. Hal ini karena untuk menyusun sebuah artikel, itu tidaklah main-main. Kita harus bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita tulis. Kalau sekadar comot sana, comot sini, tanpa memeriksa kembali kebenarannya, berarti kita sudah menyebarkan fake news. Apalagi kalau tulisan yang kita buat ternyata plagiat, kita bisa didenda dan/atau dipenjara berdasarkan Pasal 72 ayat (1) UUHC, lho. Jadi, melihat artikel yang sudah kita susun dengan sungguh-sungguh sampai berpeluh-peluh akhirnya terbit adalah sebuah kemenangan tersendiri.
Di samping itu, menulis di IDN juga bisa mendatangkan sejumlah cuan, dan ini jugalah yang menjadi faktor pendorong banyaknya penulis baru yang muncul. Kendati demikian, untuk sekadar 'sepucuk' artikel diterbitkan oleh tim editor tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak penulis yang mengeluh artikelnya digantungin melulu. Hingga akhirnya, mereka bertanya-tanya apakah para editor pilih kasih atau hanya cuma mau nerbitin artikel dari mereka yang sudah verified. Terkait hal serupa, penulis juga pernah mendengar kalau ada yang sampai protes karena artikelnya gak kunjung terbit atau sejenisnya.
Penulis mengerti banget keresahan teman-teman. Penulis sendiri punya pengalaman cukup pahit tentang penggantungan, begitu juga dengan penulis terkenal lainnya. So, you're not alone, guys. Akan tetapi, tidak ada yang namanya diskriminasi, kok. We are all equal among newer writers and older writers. Dan sebenarnya, para editor, lewat podcast ataupun Editors' talks saat IWF, sudah membocorkan banyak tips dan trik supaya artikel kita cepet terbit.
Kalau penulis perlu meringkasnya, sebenarnya, cuma ada 4 rumus utama supaya tulisan kita terbit di IDN.
![[OPINI] Curhatan Penulis: Editor, Kenapa Artikelku Gak Terbit?](https://image.idntimes.com/post/20210412/sebastian-herrmann-ompknr7yi7g-unsplash-b383504511d4cd14b25273d672b4d0cc-f742b1d1b34df6fd61125df82c40025d.jpg)