Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Letakkan Kaidah Moral di Tempat yang Benar

Bursa Efek Indoneia/Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX)
Bursa Efek Indoneia/Indonesia Stock Exchange (BEI/IDX) (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Intinya sih...
  • Pengunduran diri Dirut BEJ, Ketua Komisioner OJK, dan dua rekan Komisioner OJK disebut sebagai tanggung jawab moral yang patut didukung.
  • Penulis merasa kaget dengan pengunduran tersebut karena seharusnya mereka menyelesaikan masalah terlebih dahulu sebelum mundur.
  • Penulis mempertanyakan dasar moral dari pengunduran tersebut, menilai bahwa nilai moral yang dipegang mereka keliru.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Oleh: J. Soedradjad Djiwandono (Guru Besar Ekonomi Emeritus, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, Jakarta)

Dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan maaf, saya ingin membahas apa yang semua bisa mengikuti di media massa belum lama berselang, berkaitan dengan pengunduran diri beramai-ramai, mulai dari Dirut Bursa Efek Jakarta (BEJ), Ketua Komisioner OJK dan dua rekan Komisioner OJK lainnya, yang kemudian disebutkan oleh seorang pengamat Pasar Modal bahwa tindakan mereka itu menunjukkan tanggung jawab moral, karena itu patut didukung dan dipuji menunjukkan sikap kesatria. Saya terus terang kaget membaca berita tersebut dan setelah merenung beberapa waktu saya memberanikan diri menulis dalam kolom saya mingguan dalam koran mingguan berbahasa Inggris, Independent Observer.

Dalam tulisan tersebut saya menyebutkan bahwa buat saya, tindakan mereka ini mundur pada waktu terjadi suatu gejolak, yang menurut saya sebaiknya pimpinan BEJ mempelajari masalahnya dan mencoba untuk menyelesaikan masalah yang berkembang, yaitu menurunnya Indeks Harga Saham sampai hampir 5 persen dalam satu hari. Dan buat OJK yang bertugas mengawasi berjalannya transaksi di pasar saham agar tidak terjadi pelanggaran ketentuan ataupun penyelewengan. Dengan kata lain pengunduran diri tersebut mengagetkan buat saya, yang mustinya menangani masalah, kok malah mundur teratur dan keputusan tersebut memperoleh pujian sebagai berdasarkan moral atau kode etik.

Di dunia militer, kalau suatu negara mengalami penyerangan oleh kekuatan lain, pimpinan, Jenderal komandan dari militer itu justru bisa dikenakan sanksi desersi dan mungkin dituntut di mahkamah militer yang bisa menyebabkan dijatuhkannya hukum terberat, hukum mati, meninggalkan tugas mempertahankan negara pada waktu negara dalam bahaya. Tetapi di dalam hal ini justru ada yang mengatakan bahwa mereka mundur berdasarkan pertimbangan moral, yang saya permasalahkan di sini. Kalau menggunakan dasar moral dan itu jawabannya, saya menganggap bahwa nilai moral yang dipegang mereka itu keliru. Seandainya mereka justru menghadapi masalah ini dengan bekerja keras, mencari solusi sampai ditemukan dan kestabilan bisa tertanam kembali, dan setelah itu mereka mengundurkan diri karena tanggung jawab moral, itu saya puji dan saya terima sebagai perbuatan seorang patriot, yang berjuang untuk menangani masalah dan setelah berhasil mengundurkan diri karena merasa hal ini tidak perlu terjadi sekiranya sejak awal mereka semua waspada terhadap masalah yang berkembang dan bisa menyelesaikan secara baik. Jadi tunggu dulu kerja yang berhasil dan baru mundur, bukan mundur menghindarkan diri dari tanggung jawab, itu perbuatan tercela, desersi dalam militer. Jadi saya tidak serta merta menampik sikap ini, tetapi ada persyaratan lain untuk dipenuhi sebelum boleh mengklaim mereka berhenti karena pertimbangan moral.

Apakah saya melantur, ngomong ngawur mengenai hal ini? Semoga tidak ada yang berpendapat demikian, bahkan saya serius mengajukan argumen ini karena menganggap hal ini sangat penting buat kita semua agar tidak salah menilai perkembangan. Semoga yang semula berpendapat seperti saya ungkapkan di muka akhirnya menyetujui dengan penalaran saya. Tetapi kalaupun tidak ya tidak apa, ini manfaat dari polemik, pembahasan isu yang mengungkap perbedaan sudut pandang. Kalau akhirnya terjadi kesepakatan, puji Tuhan, kalau tidak ya tidak apa, semoga kali lain bisa lebih baik dan berhasil.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 442,44 poin atau minus 5,31 persen ke level 7.887,16 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/2/2026). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 442,44 poin atau minus 5,31 persen ke level 7.887,16 pada penutupan perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/2/2026). (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Saya ingin menutup ulasan saya dengan pesan yang disampaikan almarhum Professor Sumitro Djojohadikusumo waktu memberikan sambutan menerima penghargaan Hatta dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) beserta Professor Widjojo Nitisastro, di Jakarta. Demikian pesan beliau, “Apabila kita, para teknokrat menerima jabatan dengan tanggung jawab apapun di Pemerintahan, janganlah kemudian mengharapkan akan datangnya pujian atau penghargaan atas kehebatan kinerja kita, apalagi jangan sekali-kali menuntut untuk memperoleh hal-hal tersebut.” Itulah sikap seorang patriot yang bekerja untuk kepentingan masyarakat dan negara. Kalaupun ada yang memuji ya, kita syukuri saja. Jadi janganlah Anda menilai diri sendiri, mengaku hebat, apalagi paling hebat dari yang lain, Heaven forbid.

Kalau Anda tidak mendengarkan kata-kata bijak tersebut tentu di masyarakat ada yang berpendapat bahwa Anda kurang bijak, atau kurang stabil. Ya, kali kalau Anda Mohammad Ali yang bilang “I am the greatest,” ya udahlah, waktu itu memang tidak ada yang mengalahkan dengan teknik tinjunya ‘flying like a butterfly and stinging like a bee.’ Tapi biarlah dia saja melakukannya, kita tidak usah meniru. Dan akhirnya, saya ingin mengajak kita semua setelah semua ini terjadi, dan sekarang kita memiliki Dirut BEJ baru Bapak Jeffrey Hendrik, dan pimpinan OJK Baru Ketua Komisaris, Ibu Frederica Widyasari Dewi dan wakilnya serta ketua-ketua seksi lengkap, mari kita berikan dukungan moral agar BEJ berkembang dan tumbuh sehat dan OJK melaksanakan tugasnya secara bijak.

(Dradjad, 06/02/2026)

Share
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
Follow Us

Latest in Opinion

See More

Letakkan Kaidah Moral di Tempat yang Benar

07 Feb 2026, 10:52 WIBOpinion
ilustrasi kuliah

Benarkah Kuliah Itu Scam?

20 Jan 2026, 12:41 WIBOpinion