[OPINI] Jomblo Itu Nggak Ngenes Tapi, Bikin Gemes
![[OPINI] Jomblo Itu Nggak Ngenes Tapi, Bikin Gemes](https://image.idntimes.com/post/20170403/555f34820423bd21658b4567-a33b4602d2b12ad0897a60aa0fdc417b.png)
Ngenes artinya sedih, mengenaskan, atau sengsara. Ngenes itu sering dihubungkan dengan jomblo. Kkarena kehidupan jomblo itu sering dibilang miris, sedih, dan sengsara.
Kedengarannya terlihat miris hidupnya. Tapi sebenarnya nggak sih! Kembali lagi ke kehidupan dan bagaimana cara mereka memperlakukan statusnya sendiri. Jomblo itu sebenarnya mengasyikkan, bahagia, bikin orang gemes ngelihatnya, iya gak?Pasti iya. Jomblo itu sudah hemat biaya, waktu, tenaga, pokok hematnya banyak deh...
Justru harus bersyukur ketika jomblo. Sebab sang Pencipta menjauhkan kita dari perbuatan maksiat dan gak nambah dosa. Kkalian tak perlu malu, ibarat bunga puteri malu yang disentuh saja sudah malu. Kita harus menjadi orang yang paling ceria di dunia ini. Hanya perlu bersabar, berdoa dan berusaha. Sang Pencipta sudah menentukan ke mana dan dengan siapa kita nanti.
Meski kadang perasaan ingin memiliki kekasih itu muncul. Tetapi ingat dan jadikan prioritas, bila kita adalah jomblo lillahi ta'ala, alias sampai menikah. Hahaha...
Kembali ke topik "Jomblo Itu Nggak Ngenes, Tapi Bikin Gemes". Kita para jomblowati atau jombloman harus menghapus kata ngenes dari kehidupan kalian. Kata gemas di sini, maksudnya buatlah orang-orang di sekitar itu bahagia atas kehadiranmu.
Itulah kehidupan. Tak perlu kau menyesali kehidupanmu. Cukup kau jalani dan lalui. Karena tak mungkin waktu yang kemarin itu kembali. Makanya, perbaiki langkah kakimu sebaik mungkin. Mengerti?












![[OPINI] Benarkah Era Emas Drakor Sudah Berakhir?](https://image.idntimes.com/post/20260504/ezgif-2556f88541f3702d_88dd81c5-1f9c-484d-8863-12693da682d4.jpg)
![[OPINI] Mengapa Pikiran Kita Sering Keliru Memahami Kebenaran?](https://image.idntimes.com/post/20260305/upload_5cf51353f5431a6e798f2b0e795d499a_52bc9cc4-4746-457b-9a8e-610265658781.jpg)
![[OPINI] Kritik Eksistensialis Eka Kurniawan dalam Novel O](https://image.idntimes.com/post/20260414/img_20260414_101621_2eeabc49-bb57-4058-84c6-ad8fc19ed18f.png)
![[OPINI] Normalisasi Calo: Apakah Kita Sedang Merawat Budaya Korupsi Kecil?](https://image.idntimes.com/post/20260408/booking-hotel-reservation-travel-destination-concept_fb3e0906-0b68-4c99-925f-ca9afd578bae.jpg)
![[OPINI] Saat Family Man Diapresiasi, Kenapa Independent Woman Dipertanyakan?](https://image.idntimes.com/post/20260414/kenapa-family-man-dipuji-tapi-independent-woman-tidak_453012d5-3693-49b6-a09c-51af06d52b7b.jpg)
![[OPINI] Lelaki Harimau: Amis Darah di Balik Estetika Prosa Eka Kurniawan](https://image.idntimes.com/post/20260404/lelaki-harimau-eka-kurniawan_36a7cbd9-63a8-49da-aec5-8c89cc8bb3f6.jpg)
![[OPINI] Beriman Tanpa Marah, Bertoleransi Tanpa Syarat](https://image.idntimes.com/post/20260409/pexels-usman-hadi-wijaya-2158214120-35422495_d42c916b-ae8a-4169-a41e-329f8e376c76.jpg)
![[OPINI] Makan Bergizi Gratis atau Dana Pelajar: Mana yang Lebih Tepat?](https://image.idntimes.com/post/20260408/whatsapp-image-2026-04-08-at-09_69421cbe-6c1d-42aa-97c8-168df448bd22.jpeg)