Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Kesalahan saat Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah, Jangan Asal

3 Kesalahan saat Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah, Jangan Asal
ilustrasi menyapu (pexels.com/Ron Lach)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5 September 2026 menyebarkan abu vulkanik hingga Jakarta, Depok, dan Bogor, sehingga warga perlu membersihkan rumah secara hati-hati.
  • Hindari menyapu abu saat kering dan memakai vacuum tanpa filter partikel berefisiensi tinggi, karena abu halus dapat kembali beterbangan, terhirup, serta merusak perangkat.
  • Jangan menyiram abu berlebihan hingga masuk selokan karena berisiko menyumbat saluran; kumpulkan abu, gunakan masker serta perlindungan diri, dan ikuti arahan petugas setempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indonesia kembali diwarnai aktivitas erupsi sejumlah gunung api dalam waktu berdekatan, termasuk Gunung Semeru, Gunung Ibu, Gunung Ili Lewotolok, hingga Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, enam gunung api di Indonesia juga tercatat mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026, yang menurut PVMBG erupsi-erupsi terebut merupakan dinamika vulkanik masing-masing gunung dan tidak saling memicu. Kini, perhatian kembali tertuju pada Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi menerus pada 5 September 2026 dan menghasilkan abu vulkanik.

Sebaran abu vulkanik tersebut bahkan telah mencapai sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Jakarta, Depok, dan Bogor, sehingga warga mulai menemukan partikel abu di lingkungan sekitar rumah. Kondisi ini membuat aktivitas membersihkan rumah dari abu vulkanik menjadi hal yang perlu dilakukan dengan hati-hati, sebab cara yang keliru justru dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan terhirup. Lantas, apa saja kesalahan yang sebaiknya dihindari saat membersihkan abu vulkanik di rumah? Yuk, simak di bawah ini agar tidak keliru!

  1. 1. Menyapu abu vulkanik saat masih kering

    ilustrasi menyapu
    ilustrasi menyapu (pexels.com/cottonbro studio)

    Melihat abu vulkanik menumpuk di lantai, teras, atau halaman mungkin membuat kamu ingin segera mengambil sapu dan membersihkannya. Namun, menyapu abu dalam kondisi kering justru dapat membuat partikel halus beterbangan dan lebih mudah terhirup. Menurut U.S. Geological Survey (USGS), abu vulkanik yang sangat halus dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, hingga paru-paru.

    Karena itu, USGS menyarankan menggunakan metode pembersihan yang tidak banyak menghasilkan debu, seperti membasahi tipis abu sebelum membersihkannya atau menggunakan kain lembap untuk permukaan tertentu. Hindari menyapu abu dengan gerakan yang membuatnya kembali mengepul ke udara, terutama jika ada anak-anak, lansia, atau orang dengan gangguan pernapasan di rumah. Jadi, jangan buru-buru menyapu abu vulkanik saat masih kering, basahi dan bersihkan secara perlahan agar abu tidak malah masuk ke paru-paru.


  2. 2. Menggunakan vacuum cleaner tanpa filter yang sesuai

    ilustrasi vacuum cleaner
    ilustrasi vacuum cleaner (pexels.com/Liliana Drew)

    Vacuum cleaner atau alat penyedot debu memang terlihat seperti cara paling praktis untuk membersihkan abu vulkanik di rumah, tetapi penggunaannya perlu hati-hati karena abu memiliki partikel yang sangat halus dan abrasif. USGS menjelaskan, vacuum dengan sistem penyaringan partikel berefisiensi tinggi atau high-efficiency particulate filtering lebih disarankan untuk membersihkan abu di dalam rumah. Jika menggunakan vacuum yang tidak sesuai, partikel abu dapat kembali tersebar ke udara dan terhirup, sementara sifat abrasif abu juga bisa menyebabkan komponen vacuum lebih cepat aus atau rusak.

    USGS juga mengingatkan agar filter dan kantong vacuum diperiksa serta diganti secara berkala karena dapat cepat penuh oleh abu. Jadi, jangan asal menggunakan vacuum cleaner untuk menyedot tumpukan abu vulkanik, terutama jika perangkat tersebut tidak memiliki filter yang mampu menangkap partikel halus. Pastikan metode dan perangkat yang digunakan sesuai agar proses membersihkan rumah tidak justru membuat abu kembali beterbangan.

  3. 3. Menyiram abu vulkanik hingga masuk selokan

    ilustrasi menyiram
    ilustrasi menyiram (pexels.com/Gratisography)

    Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah langsung menyiram abu vulkanik dengan banyak air hingga terbawa ke selokan atau saluran pembuangan. Abu vulkanik yang masuk ke saluran air dapat mengendap, menggumpal, dan menyebabkan penyumbatan sehingga berisiko memicu genangan atau banjir lokal. Mengutip dari Health New Zealand, pembersihan abu memang perlu dilakukan, tetapi penggunaan air sebaiknya dilakukan secara hemat.

    Oleh karena itu, abu sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu dan dibuang sesuai arahan pemerintah atau layanan kebersihan setempat, bukan dibiarkan mengalir ke selokan. Cara ini juga membantu mencegah abu masuk ke sistem air limbah dan mengurangi risiko saluran rumah tersumbat. Jadi, jangan menganggap menyemprot abu dengan banyak air sebagai cara paling cepat untuk membersihkannya.

    Abu vulkanik yang menempel di rumah sebaiknya dibersihkan dengan cara yang tepat agar tidak kembali beterbangan dan terhirup. Jika kamu berada di wilayah terdampak, gunakan masker dan perlindungan diri saat membersihkan abu serta ikuti arahan dari petugas setempat. Jaga diri dan tetap berhati-hati saat membersihkan abu vulkanik di sekitar rumah, ya! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More