- Krustasea/Moluska/Bivalvia
Mengapa Tidak Semua Darah Hewan Berwarna Merah? Ini Penjelasannya

- Tidak semua hewan memiliki darah sejati; banyak invertebrata memakai hemolimfa dan sistem sirkulasi terbuka, sementara serangga mengandalkan trakea untuk pertukaran gas.
- Warna darah ditentukan pigmen pengangkut oksigen: hemoglobin berzat besi menghasilkan merah, sedangkan hemosianin bertembaga tampak biru saat mengikat oksigen.
- Contoh darah nonmerah meliputi kadal hijau akibat biliverdin, cacing laut ungu karena hemerythrin, teripang kuning, serta ikan es buaya yang darahnya transparan tanpa hemoglobin.
Saat mendengar kata 'darah' yang terlintas di kepala adalah cairan merah pekat, tapi tahukah kamu bahwa di alam yang luas ini, darah tidak selamanya diciptakan berwarna merah. Alam punya pilihan warna lain untuk mengalirkan oksigen dalam tubuh hewan, misalnya dengan warna biru.
Mereka bukanlah hewan jadi-jadian, bahkan nama-namanya pun cukup familiar bagi kita, mulai dari yang hidup di kegelapan lautan hingga tersembunyi di dalam tanah. Makhluk-makhluk ini mengeluarkan cairan darah yang tak biasa, yang berhasil membuat kita takjub bahwa alam benar-benar punya warna tersendiri bagi mereka. Berikut adalah penjelasan mengapa tidak semua hewan darahnya berwarna merah.
1. Apakah semua hewan memiliki darah?

Serangga (pexels.com/Miguel) Darah dikenal sebagai pengangkut zat-zat ke seluruh tubuh. Cairan ini memiliki banyakk fungsi, mulai dari melawan infeksi hingga menghasilkan gaya hidrolik pada penis yang ereksi, tetapi peran utamanya adalah memasok oksigen dan nutrisi sehingga sel-sel hewan dapat memicu respirasi dan menggerakkan reaksi metabolisme.
Lalu, apakah semua hewan memiliki darah? Melansir Discover Wildlife, tidak semua hewan memiliki darah, dalam hal ini banyak intervebrata memiliki sirkulasi terbuka, alih-alih darah sejati, mereka menggunakan himolimfa yang merupakan cairan yang mengalir ke rongga tubuh dan membasahi sel-sel sebelum masuk kembali ke pembuluh darah. Hemolimfa serangga bahkan tidak membawa oksigen. Sebaliknya, gas bergerak masuk dan keluar tubuh melalui tabung berisi udara yang dikenal sebagai trakea.
Sistem trakea ini bergantung pada difusi (pergerakan molekul dari area konsentrasi tinggi ke rendah) untuk pertukaran gas antara sel dan cairan di sekitarnya. Difusi hanya bekerja pada jarak pendek, kurang dari 1 mm, itulah sebabnya serangga berukuran kecil.
Semua vertebrata memiliki sistem peredaran darah tertutup, darah biasanya tidak meninggalkan pembuluh dan muatannya berdifusi ke dan dari sel melalui cairan terpisah yang menggantikan oksigen yang digunakan sel, dan menghilangkan karbon dioksida serta produk limbah lainnya. Cairan ekstraseluler ini didaur ulang kembali ke sirkulasi sementara oksigen kemudian diisi kembali melalui pernapasan, melalui pertukaran gas antara udara dan paru-paru, atau air dan insang.
2. Bagaimana darah pada hewan bersirkulasi?

Ubur-ubur (commons.wikimedia/James Lee) Darah mengalir melalui sistem vaskular, jaringan pembuluh seperti arteri, vena, dan kapiler kecil. Cairan tersebut didorong oleh tekanan yang dihasilkan oleh pemampatan seluruh tubuh, kontraksi pembuluh, atau pemompaan organ khusus, yaitu jantung. Gurita dan sefalopoda lainnya sering memiliki banyak jantung dan sirkulasi tertutup, yang mungkin menjelaskan bagaimana moluska kompleks ini dapat memiliki gaya hidup aktif dan tumbuh sangat besar dibandingkan dengan invertebrata lainnya (satu cumi-cumi raksasa memiliki berat 495 kg).
3. Apa saja yang terkandung pada darah hewan?

Belalang (pexels.com/Hartono) Diketahui, pada hewan vertebrata, rata-rata setengah dari volume darah adalah plasma, cairan kuning yang sebagian besar terdiri dari air. Darah juga mengandung tiga jenis sel, fragmen 'trombosit' yang membentuk gumpalan untuk mencegah pendarahan, sel darah putih sistem kekebalan tubuh, dan sel darah merah yang diisi dengan pigmen pembawa oksigen yang terkenal, hemoglobin.
Lebih banyak sel darah merah artinya lebih banyak oksigen, tetapi lebih banyak sel juga berarti darah lebih kental dan transportasi lebih lambat. Jadi, ada pertukaran dan setiap spesies tampaknya memiliki proporsi sel darah merah yang optimal, yang disebut hematokrit.
Reptil hidup terbesar di dunia adalah buaya air asin, bersifat lesu tetapi membutuhkan ledakan kecepatan tiba-tiba, yang sesuai dengan aliran darahnya yang deras dan hematokrit hanya 19 persen. Di sisi lain, anjing laut Weddell menyimpan oksigen untuk menyelam ratusan meter selama beberapa menit, dan 63 persen darahnya terdiri dari sel darah merah.
4. Hewan yang darahnya tidak berwarna merah

Tentakel Gurita (unsplash.com/Dear Sunflower) Tahukah kamu bahwa tidak semua hewan darahnya berwarna merah, ini bukan karena mereka tidak memiliki darah, melainkan seleksi alam telah merekayasa invertebrata berdarah biru, reptil berdarah hijau, dan ikan dengan cairan transparan di pembuluh darah mereka. Berikut adalah deretan hewan yang berwarna darahnya tidak berwarna merah:
Selain merah, biru mungkin merupakan warna darah paling umum di kerajaan hewan, itulah sebabnya kami mengelompokkan tiga kelompok hewan yang lebih besar ke dalam entri ini. Krustasea seperti lobster, moluska seperti siput, dan bivalvia seperti kerang dan tiram semuanya memiliki darah biru.
Melansir A-Z Animals, makhluk-makhluk ini menggunakan sistem transpotasi oksigen yang disebut hemosianin. Protein ini berubah menjadi biru ketika membawa oksigen, sehingga darah makhluk-makhluk ini tampak biru.
Hewan seperti siput dan lobster juga memiliki sistem peredaran darah terbuka, artinya darah mereka tidak terbungkus dalam pembuluh darah. Bivalvia seperti kerang dan scallop memiliki satu jantung dengan dua katup.
- Kadal berdarah hijau
Kadal berdarah hijau juga memiliki darah yang bukan berwarna merah. Prasinohaema adalah genus kadal yang dicirikan oleh darahnya yang berwarna hijau. Warna hijau terebut merupakan hasil dari penumpukan pigmen empedu biliverdin yang berlebihan.
Faktanya, hewan seperti kadal pohon hijau memiliki begitu banyak pigmen hijau dalam sistem tubuhnya sehingga menutupi warna merah tua yang cemerlang dari sel darah merah.
- Cacing laut
Beberapa spesies cacing laut mengeluarkan darah berwarna ungu, bukan merah. Menurut Taxonomy Australia, spesies seperti cacing kacang menggunakan proten berpigmen yang dikenal sebagai hemerythrin, untuk membantu mengangkut oksigen dalam darah.
Hemerythrin yang terdeoksigenasi tidak berwarna, tetapi begitu darah menyerap oksigen, warnanya berubah menjadi ungu, sehingga cacing laut memiliki darah dengan warna yang benar-benar unik.
Cacing kacang adalah hewan bentik yang dapat ditemukan di berbagai habitat laut. Namun, mereka biasanya menghuni perairan dangkal dan membuat liang di lumpur atau pasir. Cacing kacang biasanya menyatu dengan lingkungannya, sehingga mungkin slit untuk dilihat.
- Teripang
Teripang adalah hewan laut lain yang darahnya bukan berwarna merah. Echinodermata ini adalah pemakan dasar laut yang menggunakan beberapa baris kaki tabung untuk memakan alga dan organisme mati lainnya dari dasar laut.
Teripang memiliki tubuh lunak dan memanjang yang warnanya bervariasi dari hitam atau cokelat hingga merah, biru, atau hijau. Mereka hidup di linkungan laut di seluruh dunia dan memiliki darah berwarna kuning.
Melansir A-Z Animals, warna aneh itu disebabkan oleh konsentrasi tinggi pigmen kuning yang disebut vanabin. Belum sepenuhnya jelas apa peran vanabin pada teripang, karena pigmen tersebut tampaknya tidak membantu dalam transpotasi oksigen.
- Ikan es buaya
Ikan es buaya hidup di Samudra Selatan di sekitar Antartika. Mereka mampu bertahan hidup di suhu yang sangat dingin yang akan membunuh sebagian besar makhluk lain. Melansir How Stuff Works, ikan es buaya sering ditemukan di bagian laut di mana suhu dapat turun hingga serendah 28,5 derajat Fahrenheit (1,9 derajat Celcius).
Mereka mampu bertahan hidup di cuaca dingin ekstrem sebagian karena kekurangan sel darah merah dan hemoglobin. Darah dengan jumlah sel darah merah yang tinggi akan menjadi kental dan sulit diedarkan pada suhu sedingin itu.
Sebaliknya, ikan es buaya menyerap oksigen langsung dari air laut yang dingin dan mengirimkannya ke aliran darah mereka. Karena kekurangan hemoglobin, darah mereka berupa cairan tak berwarna. Oksigen yang diserap dari air mengalir ke seluruh tubuh ikan melalui plasmanya.
- Gurita
Gurita merupakan makhluk laut luas biasa yang dikenal karena kecerdasannya dan delapan lengannya yang fleksibel. Salah satu fakta mengejutkan tentang mereka adalah mereka memiliki darah biru. Darah mereka berwarna biru karena mengandung protein yang disebut hemosianin, yang mengandung tembaga. Protein ini membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh mereka, terutama di perairan dingin dan dalam tempat banyak gurita hidup.
Tembaga dalam hemosianin berubah menjadi biru ketika berikatan dengan oksigen, sama seperti zat besi dalam hemoglobin kita yang berubah menjadi merah. Darah biru khusus ini memungkinkan gurita untuk bertahan hidup dan berkembang di lingkungan yang mungkin menantang bagi hewan lain.
5. Kenapa tidak semua darah hewan berwarna merah?

Gurita (pexels.com/Pia B) Kita memiliki darah merah karena darah kita mengandung molekul protein hemoglobin yang mengandung zat besi, yang berwarna merah. Zat besi inilah yang memberi warna merah pada hemoglobin, menurut National Institute of General Medical Sciences. Hemoglobin merupakan komponen kunci dalam darah kita karena bertanggung jawa untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
Hewan yang tidak bergantung pada hemoglobin untuk mengangkut okigen tidak memiliki darah merah karena tidak memiliki hemoglobin dalam darah mereka. Dalam hal ini contohnya adalah kadal berdarah hijau, terpiang, cacing laut, hingga gurita dan beberapa jenis krustasea. Makhluk-makhluk ini memiliki darah biru karena mereka bergantung pada protein hemosianin, yang mengandung tembaga. Nah, hemosianin dalam darah mereka sebenarnya tidak berwarna, tetapi karena mengandung temaba, ia berubah menjadi biru ketika berikatan dengan oksigen. Protein lain yang disebut hemerhythrin memberikan warna merah muda keunguan pada darah moluska, seperti ascidian.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa hewan yang darahnya tidak berwarna merah karena mereka bergantung pada protein hemosianin, di mana protein ini mengandung tembaga, dan akan berubah menjadi warna biru ketika berikatan dengan oksigen. Sedangkan, pada darah yang berwarna merah bergantung pada protein hemoglobin yang mengandung zat besi, yang berwarna merah.






![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Bisa Tebak Kepribadianmu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20240426/tebak-kepribadian-berdasar-lukisan-7e92dbcc72c112686b745dd77d025d35.jpg)














