5 Burung dengan Cara Terbang Paling Tidak Biasa, Ada yang Mundur

- Kolibri menjadi satu-satunya burung yang dapat terbang mundur, berkat sendi bahu fleksibel dan pola kepakan sayap angka delapan yang juga memungkinkannya melayang sambil mengisap nektar.
- Albatros memanfaatkan perbedaan kecepatan angin melalui dynamic soaring untuk melintasi ribuan kilometer dengan hemat energi, sementara cikalang menggunakan thermal dan angin laut agar dapat berada di udara berhari-hari.
- Walet biasa menjalani makan, minum, dan istirahat selama berbulan-bulan di udara, sedangkan anak hoatzin memakai cakar pada sayap untuk memanjat kembali ke sarang setelah menghindari predator.
Kemampuan terbang menjadi ciri khas utama burung. Namun, jangan bayangkan semua burung mengepakkan sayap dengan cara yang sama. Selama jutaan tahun berevolusi, berbagai spesies burung mengembangkan teknik terbang yang sangat beragam agar dapat beradaptasi dengan lingkungan tempat mereka hidup.
Ada yang mampu melayang selama berjam-jam tanpa mengepakkan sayap, ada yang dapat terbang mundur, bahkan ada pula yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di udara. Beragam kemampuan tersebut menunjukkan bahwa terbang bukan sekadar berpindah tempat, melainkan strategi bertahan hidup yang terus disempurnakan oleh evolusi. Berikut 5 burung dengan cara terbang paling tidak biasa di dunia!
1. Kolibri menjadi satu-satunya burung yang mampu terbang mundur

ilustrasi burung kolibri (pexels.com/Skyler Ewing) Kolibri dari famili Trochilidae dikenal sebagai penguasa manuver di udara. Dilansir lamab Birds and Blooms, berbeda dengan burung lain, kolibri dapat melayang di satu titik, bergerak ke samping, naik turun secara vertikal, hingga terbang mundur dengan stabil.
Kemampuan tersebut berasal dari bentuk sendi bahunya yang memungkinkan sayap berputar hampir 180 derajat. Saat terbang, sayap kolibri mengepak membentuk pola menyerupai angka delapan (figure-eight), sehingga menghasilkan gaya angkat baik saat kepakan ke bawah maupun ke atas. Pada beberapa spesies, frekuensi kepakan sayapnya bahkan dapat mencapai lebih dari 70 kali setiap detik. Teknik terbang ini memungkinkan kolibri mengisap nektar bunga tanpa perlu hinggap, sekaligus membantu proses penyerbukan berbagai jenis tumbuhan.
2. Albatros memanfaatkan angin untuk terbang ribuan kilometer

ilustrasi burung albatros (wikimedia.org/JJ Harrison) Jika kolibri mengandalkan kepakan sayap yang sangat cepat, albatros justru hampir tidak perlu mengepakkan sayapnya. Dilansir laman British Antarctic Survey, burung laut dari famili Diomedeidae ini menggunakan teknik yang dikenal sebagai dynamic soaring, yaitu memanfaatkan perbedaan kecepatan angin di atas permukaan laut untuk memperoleh energi.
Dengan teknik tersebut, albatros dapat meluncur sangat jauh sambil menghemat tenaga. Penelitian menunjukkan bahwa beberapa spesies mampu menempuh ribuan kilometer melintasi samudra tanpa banyak mengepakkan sayap.
Sayap albatros yang panjang dan ramping menjadi kunci keberhasilannya. Bentuk tersebut membuat burung ini sangat efisien saat meluncur, meskipun kurang lincah ketika harus terbang di ruang sempit.
3. Cikalang hampir tidak pernah mendarat di laut

ilustrasi burung cikalang (pexels.com/Haha) Cikalang atau frigatebird dikenal sebagai salah satu burung yang paling betah berada di udara. Melansir laman National Audubon Society, meski hidup di lautan tropis, burung ini hampir tidak pernah mendarat di permukaan air karena bulunya tidak sepenuhnya kedap air. Jika basah, tubuhnya akan kesulitan untuk kembali terbang.
Sebagai gantinya, cikalang memanfaatkan arus udara hangat (thermal) dan angin laut untuk melayang selama berjam-jam. Penelitian bahkan menunjukkan bahwa beberapa individu dapat tetap berada di udara selama berhari-hari, diselingi tidur singkat yang berlangsung hanya beberapa detik pada satu belahan otaknya. Kemampuan tersebut membuat cikalang mampu mencari makan dan berpindah antarpulau tanpa harus sering beristirahat.
4. Walet biasa menghabiskan hampir seluruh hidupnya di udara

ilustrasi burung walet (pexels.com/Bitnik Gao) Walet biasa (Apus apus) merupakan salah satu burung dengan gaya hidup paling ekstrem. Setelah meninggalkan sarang, burung ini dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan di udara tanpa mendarat.
Melansir laman Lund University, selama terbang, walet melakukan hampir seluruh aktivitas pentingnya, mulai dari mencari makan, minum, hingga beristirahat. Serangga kecil yang beterbangan di udara menjadi sumber makanan utamanya, sedangkan kebutuhan air dipenuhi dengan menyambar tetesan air hujan atau terbang rendah di atas permukaan air. Kemampuan tersebut didukung oleh bentuk tubuh yang ramping, sayap panjang menyerupai sabit, serta efisiensi terbang yang sangat tinggi sehingga penggunaan energinya tetap hemat meski berada di udara dalam waktu lama.
5. Anak burung hoatzin memanjat menggunakan sayapnya

ilustrasi burung hoatzin (wikimedia.org/Philipp Hoenle) Hoatzin (Opisthocomus hoazin) yang hidup di hutan rawa Amerika Selatan memiliki cara berpindah yang tidak dimiliki burung modern lainnya. Anak hoatzin dilahirkan dengan sepasang cakar kecil pada sayapnya.
Dilansir laman Birds of The World, saat terancam predator, anak burung ini akan menjatuhkan diri ke sungai di bawah sarang. Setelah bahaya berlalu, mereka berenang menuju batang pohon, lalu memanjat kembali menggunakan cakar pada kedua sayapnya sebelum akhirnya kembali ke sarang. Seiring bertambahnya usia, cakar tersebut akan mengecil dan tidak lagi digunakan. Keunikan ini sering dianggap sebagai salah satu jejak evolusi yang mengingatkan ilmuwan pada nenek moyang burung purba.
Cara terbang setiap burung ternyata berkembang mengikuti tantangan yang mereka hadapi di alam. Ada yang mengandalkan manuver presisi untuk mengisap nektar, memanfaatkan angin agar mampu menjelajahi samudra, hingga menghabiskan hampir seluruh hidupnya di udara. Keanekaragaman tersebut menunjukkan bahwa evolusi tidak hanya menghasilkan burung yang mampu terbang, tetapi juga menciptakan berbagai teknik penerbangan yang sangat efisien dan menakjubkan.




![[QUIZ] Pilih Lukisan Ini, Kami Bisa Tebak Kepribadianmu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20240426/tebak-kepribadian-berdasar-lukisan-7e92dbcc72c112686b745dd77d025d35.jpg)

















