Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Fakta Kura-Kura Pulau Pinta, Sudah Punah Secara Resmi Pada 2012
Kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/A.Davey)
  • Kura-kura Pulau Pinta, subspesies kura-kura raksasa Galapagos di Ekuador, punah resmi pada 2012 setelah Lonesome George, individu terakhir yang diketahui, mati karena sebab alami.
  • Perburuan oleh pemburu paus dan nelayan pada abad ke-19 serta introduksi kambing sejak 1959 menggerus populasi dan sumber makanan kura-kura hingga kambing mencapai lebih dari 40.000 ekor.
  • Tubuh Lonesome George diawetkan dan dipamerkan di American Museum of Natural History pada 2014; upaya restorasi terkendala keturunan terkait yang jumlahnya belum cukup untuk pengembangbiakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kepulauan Galapagos adalah salah satu surganya hewan khususnya reptil seperti kura-kura. Salah satu wilayah Galapagos yang terletak di pulau Pinta, Ekuador, dulunya terdapat kura-kura pulau pinta merupakan subspesies dari kura-kura raksasa galapagos.

Makna kata 'dulu' mengacu pada kura-kura pulau pinta yang sekarang sudah punah. Uniknya, orang-orang sempat menamakan kura-kura pulau pinta yang terakhir, Lonesome George yang meninggal dunia pada 2012 sekaligus tanda berakhirnya eksistensi kura-kura pulau pinta dari dunia hewan.

Alasan di balik kepunahan dan upaya restorasi kura-kura pulau pinta akan dibahas melalui artikel di bawah ini.

1. Alasan pemicu kepunahan kura-kura pulau pinta

Kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/Vince Smith)

Sejak bangsa Eropa pertama kali menemukan Kepulauan Galapagos tahun 1535, beragam spesies kura-kura termasuk spesies pulau pinta sudah menjadi korban perusakan oleh manusia.

Selama abad 19, para pemburu paus dan nelayan membunuh kura-kura pulau pinta untuk dijadikan makanan. Ini membuat berkurangnya populasi kura-kura pulau pinta secara drastis.

Faktor kedua, para pelaut memperkenalkan kambing ke pulau Pinta pada 1959. Kambing di pulau Pinta bertanggung jawab mengambil sumber makanan utama kura-kura pulau pinta.

Imbas dari itu, populasi kambing meningkat lebih dari 40 ribu ekor pada pertengahan abad 20, sementara kura-kura pulau pinta perlahan mati karena kehabisan sumber makanan.

2. Lonesome George, kura-kura pulau pinta yang terakhir

Kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/putneymark)

Faktor perburuan manusia dan habisnya sumber makanan, membuat kura-kura pulau pinta punah dengan skala yang berangsur-angsur sejak abad 15.

Sebagian orang menganggap bahwa kura-kura pulau pinta sudah punah pada awal abad 20. Namun pada 1971, ilmuwan asal Hungaria menemukan seekor kura-kura jantan ternyata spesies pulau pinta kemudian dinamakan sebagai Lonesome George.

Lonesome George kemudian dibawa ke Stasiun Penelitian Charles Darwin di Puerto Ayora di pulau Santa Cruz. Dalam perkembangannya, Lonesome George ditempatkan di Taman Nasional Galapagos.

Tahun 2012, usia kematian Lonesome George diperkirakan lebih dari 100 tahun. Otopsi mengungkapkan ada tanda-tanda penuaan pada hatinya dan diambil kesimpulan bahwa ia meninggal karena sebab alami, dilansir laman amnh.

3. Proyek terhadap kura-kura pulau pinta setelah kepunahannya

Kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/Mike Weston)

Setelah kematian Lonesome George, ilmuwan Elanor Sterling bersama SUNY College of Environmental Sciences and Forestry serta Galapagos Conservancy mengemas tubuh kura-kura itu dengan hati-hati untuk dikirim ke museum untuk dinilai oleh ahli konservasi.

Setahun kegiatan berjalan, para ahli taksidermi Wildlife Preservation bekerja sama dengan ilmuwan museum untuk mengawetkan Lonesome George. Langkah ini berhasil dan Lonesome George dipamerkan di American Museum of Natural History di New York, Amerika Serikat pada 2014.

Ada upaya para peneliti untuk merestorasi Lonesome George. Sejumlah kura-kura floreana ditemukan di gunung berapi Wolf sebagai keturunan spesies pinta. Namun sayangnya, jumlahnya tidak cukup untuk memulai program pengembangbiakan untuk kura-kura pulau pinta.

4. Ciri fisik dan makanan pilihan sang kura-kura

Kura-kura pulau pinta (commons.wikimedia.org/Arturo de Frias Marques)

Kura-kura pulau pinta adalah reptil berukuran besar dengan berat mencapai 400 pon, panjang 6 kaki, tinggi 5 kaki dengan leher terentang sepenuhnya.

Cangkangnya berbentuk pelana yang melengkung ke atas di bagian depan. Cangkang luar tulangnya berwarna abu-abu coklat gelap.

Kura-kura pulau pinta adalah herbivora di mana mengonsumsi rumput, daun, kaktus, lumur dan buah beri. Kura-kura ini bisa bertahan hidup tanpa minum hingga 18 bulan. Kemungkinan juga kura-kura ini bisa menyimpan air di kandung kemih dan perikardiumnya.

Kura-kura termasuk spesies pulau pinta di pulau Galapagos diteliti oleh seorang naturalis bernama Charles Darwin pada abad 19. Itulah alur lengkap untuk penjelasan mengenai punahnya kura-kura pulau pinta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article