Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Hewan yang Bisa Mendengar Suara Infrasonik, Telinganya Sensitif!

3 min read
4 Hewan yang Bisa Mendengar Suara Infrasonik, Telinganya Sensitif!
ilustrasi badak (pexels.com/Casey Allen)
  • Gelombang infrasonik berfrekuensi rendah dapat merambat sangat jauh dan dimanfaatkan hewan untuk komunikasi, navigasi, serta mendeteksi perubahan lingkungan.
  • Gajah dan paus biru memakai infrasonik untuk berkomunikasi jarak jauh; gajah juga mengenali arah badai, sementara paus bernavigasi dan mencari pasangan di samudra.
  • Merpati memanfaatkan infrasonik sebagai kompas alami saat migrasi, sedangkan badak menggunakannya untuk menandai wilayah dan mendeteksi ancaman meski penglihatannya terbatas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemampuan dalam mendengarkan gelombang suara infrasonik yang berada di bawah kemampuan pendengaran manusia ternyata kerap menjadi salah satu keajaiban adaptasi yang ada dalam dunia hewan. Gelombang frekuensi yang cukup rendah memiliki karakteristik yang sangat unik karena dapat merambat hingga jarak ratusan kilometer tanpa berpotensi kehilangan energinya secara signifikan.

​Sebagian spesies hewan ternyata kerap memanfaatkan kelebihan kepekaan pendengaran ini dalam berkomunikasi dengan sesama atau bahkan mengantisipasi risiko datangnya bencana alam yang tidak terduga. Pemahaman secara mendalam terkait kemampuan luar biasa ini seolah dapat memperluas wawasanmu terkait cara berinteraksi dan juga strategi bertahan hidup hewan saat berada di alam bebas.

  1. ​1. Gajah

    ilustrasi gading gajah (pexels.com/FUTURE KIIID)
    ilustrasi gading gajah (pexels.com/FUTURE KIIID)

    Gajah kerap menggunakan pendengaran infrasonik sebagai media komunikasi utama dengan anggota kelompok dalam jarak yang sangat jauh ketika sedang berada di habitat aslinya. Suara frekuensi rendah ternyata dihasilkan mereka melalui getaran pita suara gajah yang dapat merambat melalui udara atau bahkan melalui permukaan tanah.

    ​Kepekaan gajah terhadap suara gelombang ini sangat memungkinkan mereka untuk bisa saling berkoordinasi dan juga mendeteksi keberadaan kawanan lain tanpa berpotensi terhalang oleh padatnya vegetasi hutan yang ada di sana. Selain itu, kemampuan dalam mendengarkan suara berfrekuensi rendah ini turut membantu gajah dalam mengetahui secara pasti arah kedatangan badai hujan dari jarak yang lokasinya bisa hingga ribuan meter.

  2. ​2. Paus biru

    ilustrasi paus biru (pexels.com/Eclipse Chasers)
    ilustrasi paus biru (pexels.com/Eclipse Chasers)

    Paus biru ternyata kerap mengandalkan pendengaran infrasonik dalam bernavigasi dan juga mencari pasangan ketika berada di tengah kedalaman samudra yang sangat luas dan gelap. Gelombang suara yang memiliki frekuensi rendah ini ternyata mampu melintas menempuh jarak hingga ratusan mil laut tanpa berpotensi terganggu oleh hambatan arus air laut.

    ​Organ pendengaran yang dimiliki paus sebetulnya telah dirancang secara khusus dalam membuat mamalia laut tersebut mampu dan sanggup dalam menangkap sinyal komunikasi rahasia dengan sesama spesiesnya. Kemampuan luar biasa yang dimiliki seolah bisa menjadi kunci utama bagi kelangsungan hidup paus biru ketika mengarungi lautan yang seolah tidak bertepi.

  3. ​3. Merpati

    ilustrasi burung merpati (unsplash.com/Sander Mathlener)
    ilustrasi burung merpati (unsplash.com/Sander Mathlener)

    Burung merpati menjadi salah satu hewan yang memiliki kemampuan pendengaran infrasonik luar biasa, sehingga dapat membantu mereka dalam mendeteksi gejolak gelombang suara yang berasal dari pergerakan alam. Merpati ternyata memiliki kemampuan dalam mendengarkan suara gemuruh angin, gelombang lautan, hingga getaran seismik yang terdengar sangat halus dari pergerakan kerak di dalam Bumi.

    ​Kepekaan pendengaran tersebut ternyata memiliki tujuan untuk navigasi kompas alami, sehingga dapat membimbing arah terbang merpati ketika harus melakukan perjalanan migrasi hingga mencapai ribuan kilometer. Informasi pendengaran yang memiliki frekuensi rendah tersebut seolah membuat merpati tidak akan kehilangan arah tujuan pada saat berada di udara.

  4. 4. Badak

    ilustrasi badak (pexels.com/Frans van Heerden)
    ilustrasi badak (pexels.com/Frans van Heerden)

    Badak ternyata kerap menggunakan suara dengan frekuensi infrasonik dalam mengirimkan pesan untuk menandakan wilayah kekuasaan pada sesama hewan lain di tengah hutan yang cukup padat. Vokalisasi nada rendah yang dihasilkan dari badak ternyata mampu dalam menembus lebatnya pepohonan rimbun tanpa berpotensi terdistorsi oleh bisingnya suara yang ada di lingkungan sekitar.

    ​Kemampuan pendengaran yang sangat sensitif ini turut membantu badak dalam mendeteksi risiko ancaman atau bahaya, hingga kehadiran predator dari jarak yang dianggap sangat aman. Sistem pertahanan diri yang lebih berbasis pendengaran ini seolah sangat penting bagi badak yang dikenak memiliki keterbatasan pada daya penglihatan matanya.

    ​Dengan berusaha mempelajari keunikan dari hewan-hewan yang kerap memanfaatkan gelombang suara infrasonik ini, maka dapat membuktikan betapa kaya dan kompleksnya sistem komunikasi yang dimiliki hewan-hewan di alam liar. Setiap spesies seolah telah dilengkapi dengan kelebihan adaptasi organ pendengaran yang bukan hanya sangat mendukung navigasi, namun juga dapat menjamin keberlangsungan hidup dari generasi mereka. Kemampuan pendengaran tersebut sangat membantu mereka untuk beradaptasi dengan lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More