5 Fakta Menarik Walik Raja, Burung Dara Bermahkota Ungu yang Menawan

- Walik raja merupakan burung dara buah berwarna mencolok; jantan bermahkota ungu, sedangkan betina dominan hijau. Kombinasi bulunya menyerupai buah sehingga membantu kamuflase di tajuk.
- Spesies ini tersebar dari Sulawesi hingga Australia timur, menghuni hutan primer, sekunder, mangrove, agroforestri, dan pegunungan sampai sekitar 1.400 meter; pola pergerakan sebagian populasi belum dipahami.
- Walik raja memakan buah kecil hingga sedang di pepohonan dan membantu penyebaran biji. Pejantan menarik betina melalui peragaan peering, bowing, serta penerbangan khusus di Kepulauan Solomon.
Biasanya kita melihat burung dara dengan penampilan polos biasa, seperti halnya merpati batu. Ternyata ada lho spesies burung dara dengan penampilan penuh warna yang mungkin bikin kamu tidak menyangka bahwa keduanya berasal dari keluarga yang sama, yaitu Columbidae. Salah satu burung dara dengan tampilan mencolok adalah walik raja (Ptilinopus superbus).
Walik raja hadir dengan bulu penuh warna dan mahkota ungu yang menawan. Namun, di sini kita tidak hanya akan membahas sekadar soal warna bulunya aja. Hal ini karena burung penghuni hutan tropis ini juga punya kebiasaan makan dan perilaku kawin yang menarik untuk diketahui. Yuk, kenali lebih jauh burung dara cantik ini lewat lima fakta menariknya berikut!
1. Penampilan tubuh penuh warna membantunya berkamuflase di lingkungannya

Burung walik raja jantan dan betina (commons.wikimedia.org/Mike Peel) Seperti yang kita lihat, walik raja punya penampilan tubuh yang penuh warna. Spesies ini punya perbedaan penampilan pada spesies jantan dan betinanya, yang dikenal dengan istilah dimorfisme seksual. Burung jantannya memiliki mahkota ungu, sisi leher jingga, dada keabu-abuan bergaris, serta pita gelap di bagian dada. Sisi tubuhnya juga dihiasi pola bercak hijau dan putih yang berselang-seling. Sementara itu, burung betina didominasi warna hijau dengan bagian bawah berwarna keabu-abuan dan bercak tidak beraturan.
Menariknya, meskipun penampilan penuh warna ini tampak mencolok, ternyata penampilan itulah yang membantunya berkamuflase di antara tajuk pepohonan, lho. Melansir dari laman Australian Geographic, meskipun bulunya penuh warna, kombinasi warnanya menyerupai buah-buahan sehingga membuatnya lebih sulit dilihat saat berada pepohonan.
2. Persebarannya melintasi pulau-pulau di Indo-Pasifik

Burung walik raja jantan (inaturalist.org/Tom Field) Walik raja memiliki wilayah persebaran yang cukup luas. Dilansir Birds of the World, burung ini dapat ditemukan di Sulawesi, Maluku, Papua, Kepulauan Aru, Melanesia, Kepulauan Solomon, hingga Australia bagian timur. Di Indonesia, keberadaannya tercatat di sejumlah wilayah, termasuk Pulau Peleng di Kepulauan Banggai.
Menariknya, beberapa populasinya diketahui memiliki mobilitas tinggi. Namun, pola pergerakan burung ini belum sepenuhnya dipahami. Di Australia bagian timur, keberadaannya bahkan lebih sering bersifat pengembara atau vagrant, yakni muncul di suatu wilayah di luar pola keberadaan rutinnya.
3. Menghuni hutan hingga ketinggian 1.400 meter

Burung walik raja jantan (inaturalist.org/Jason Alexander) Walik raja tidak hanya ditemukan di satu jenis habitat saja. Burung ini menghuni berbagai kawasan berhutan, mulai dari hutan primer, hutan sekunder, mangrove, hingga kawasan agroforestri yang memiliki pepohonan tersebar. Mereka juga dapat ditemukan di hutan pegunungan.
Di Papua, walik raja tercatat hidup mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, di Pulau Peleng, burung ini ditemukan di hutan primer dan sekunder pada ketinggian 400 meter hingga lebih dari 900 meter. Dalam kesehariannya, walik raja sering beraktivitas di tajuk dan bagian tengah pepohonan. Hal ini membuatnya lebih sering terdengar suaranya, tapi sulit dilihat keberadaannya.
4. Sangat menyukai buah-buahan berukuran kecil hingga sedang

Burung walik raja (inaturalist.org/Seth Wollney) Sesuai dengan kelompoknya sebagai burung dara buah, walik raja merupakan pemakan buah atau frugivora. Makanan utamanya berupa buah-buahan berukuran kecil hingga sedang. Berbeda dari kerabatnya, yaitu merpati batu yang suka mencari makan di permukaan tanah, burung ini menghabiskan waktunya untuk mencari makan di tajuk pohon.
Dilansir Australian Geographic, sebagai spesies frugivora, walik raja berperan penting sebagai agen penyebar biji. Hal ini karena, mereka menelan buah secara utuh dan kemudian bijinya dikeluarkan kembali melalui saluran pencernaannya. Biji pun akan tersebar ke banyak tempat ketika burung ini terbang dari satu pohon ke pohon lain.
5. Jantannya punya gerakan khusus untuk menarik perhatian betina

Burung walik raja jantan (commons.wikimedia.org/Neil Turner) Perilaku kawin walik raja ternyata tidak kalah menarik. Di Australia, tercatat dua jenis peragaan kawin yang dilakukan pejantan, yaitu peering dan bowing. Keduanya memperlihatkan gerakan tubuh khas ketika pejantan berinteraksi dengan betina.
Dalam peragaan peering, pejantan berdiri tegak sambil menggerakkan leher ke kiri dan kanan untuk memperhatikan betina. Setelah itu, ia melompat mendekatinya dengan kepala tetap menghadap ke arah betina. Sementara itu, pada peragaan bowing, pejantan mengembangkan leher dan dada, lalu membungkukkan tubuh sambil mengeluarkan suara rendah. Di Kepulauan Solomon, pejantan juga pernah tercatat melakukan penerbangan khusus dengan sayap dan ekor terbentang lebar di dekat betina.
Walik raja membuktikan bahwa burung dara buah memiliki banyak keunikan yang menarik untuk dipelajari. Mulai dari perbedaan warna bulu antara jantan dan betina, persebaran yang luas, hingga gerakan khas pejantan saat menarik pasangan. Keberadaannya juga mengingatkan kita akan kekayaan keanekaragaman burung di hutan tropis Indo-Pasifik. Menarik, bukan?

















![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Jadi Siapa Kamu di Upin & Ipin Kehidupan Sebelumnya?](https://image.idntimes.com/post/20250530/img-20250530-203717-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-d39800576cc5d4ebd91a012aa51130f5.jpg)



